JAMBI — Perkembangan industri media mengubah cara promosi musik di Indonesia secara signifikan. The Virgin, salah satu band senior Tanah Air, merasakan betul pergeseran itu.
Dulu, promosi lagu dilakukan dengan mendatangi berbagai acara TV dari hari ke hari. Kini, platform digital menuntut musisi lebih kreatif agar karya mereka tetap terdengar.
Dari Panggung TV ke Layar Ponsel
The Virgin menyadari betul besarnya pergeseran promosi dari era televisi ke era media sosial. Mereka tidak tinggal diam menghadapi perubahan ini.
Media sosial dan podcast jadi pilihan utama. Mereka tidak ragu hadir sebagai bintang tamu di berbagai podcast untuk menyapa para pendengarnya secara lebih personal.
Kenapa Harus Aktif di Platform Digital
Berdiam diri tanpa mengikuti arus perkembangan akan merugikan keberlanjutan karier. Prinsip itu yang dipegang The Virgin.
Kehadiran tim kreatif muda dari generasi baru turut membantu mereka menyusun konten yang relevan dengan tren saat ini. Kolaborasi lintas generasi ini membuat karya mereka tetap segar di telinga pendengar lama maupun baru.
Tantangan Jarak dan Jadwal yang Mendadak
Kendala jarak dan kesibukan pribadi jadi tantangan tersendiri. Keputusan Dara untuk menetap di Bali sempat membuat aktivitas promosi The Virgin di Jakarta terkendala jadwal yang mendadak.
Namun, komitmen yang kuat membuat mereka berhasil melewati tantangan ini. Dara selalu meluangkan waktu khusus untuk menetap di Jakarta selama masa promosi lagu baru berlangsung.
Pelajaran untuk Musisi Lain
Langkah The Virgin menunjukkan bahwa adaptasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Musisi yang mau membuka diri pada platform digital punya peluang lebih besar menjaga relevansi.
Kolaborasi dengan tim kreatif muda, konsistensi hadir di podcast, dan komitmen mengatur jadwal promosi jadi kunci yang bisa ditiru musisi lain di Indonesia.