Pencarian

Arkora Hydro Garap 3 PLTS di Batam-Bintan, Suntik Baterai 28,3 MWh

Senin, 07 September 2026 • 08:20:31 WIB
Arkora Hydro Garap 3 PLTS di Batam-Bintan, Suntik Baterai 28,3 MWh
Arkora Hydro menggarap tiga proyek PLTS di Batam dan Bintan dengan sistem baterai berkapasitas 28,3 MWh.

JAMBI — Selama ini, PLTS kerap dipandang sebelah mata lantaran dianggap "bekerja paruh waktu". Panel surya hanya produktif saat siang hari, melemah ketika cuaca mendung, dan mati total di malam hari. Stigma tersebut coba dihapus oleh ARKO dengan menghadirkan pembangkit yang dipasangkan dengan baterai raksasa.

Melalui skema operational lease bersama PT Batamindo Investment Cakrawala, PT Bintan Inti Industrial Estate, dan PT Bintan Resort Cakrawala, ARKO menargetkan proyek ini menjadi tonggak baru bisnis mereka. Manajemen menyebut proyek ini sebagai PLTS ketiga, keempat, dan kelima yang dimiliki perseroan.

Menghapus Stigma PLTS yang Tidak Andal

Kehadiran BESS adalah pembeda utama proyek kali ini. Sistem tersebut bekerja layaknya power bank raksasa: menyimpan kelebihan energi matahari saat produksi sedang tinggi-tingginya di siang hari, lalu melepaskannya kembali ke jaringan ketika malam tiba atau saat langit tertutup awan.

Direktur ARKO, Ricky Hartono, menegaskan inovasi ini mengubah posisi perusahaan di mata industri. "Ini pertama kalinya kami bangun dari awal sekaligus integrasikan BESS," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta.

Dampaknya signifikan. Pasokan listrik surya tak lagi terputus-putus, melainkan mampu bersinar stabil selama 24 jam penuh. Bagi ARKO, lompatan ini berarti transisi bisnis dari sekadar penjual listrik hijau menjadi penyedia listrik surya yang andal dan dapat diandalkan pelanggan industri.

Portofolio Melonjak, Target 300 MW di Depan Mata

Dengan tambahan proyek di kawasan Batam-Bintan tersebut, total kapasitas terkontrak ARKO kini mencapai 118,1 MW. Angka itu merupakan akumulasi dari enam pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 62,8 MW dan lima PLTS berkapasitas 55,3 MWp.

Agresivitas ekspansi perseroan tak berhenti di sini. ARKO tercatat masih memiliki pipeline proyek energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas lebih dari 300 MW yang tengah dalam berbagai tahap pengembangan.

Proyek di Batam dan Bintan ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendekatkan diri ke kawasan industri. Batam dan Bintan merupakan dua wilayah dengan konsentrasi pabrik tinggi yang kerap membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menunjang operasional mesin produksi.

Langkah ARKO menghadirkan PLTS plus baterai ini sejalan dengan tren global transisi energi. Di pasar domestik, kombinasi pembangkit surya dan BESS mulai dilirik sebagai solusi untuk menekan emisi karbon tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik bagi sektor industri.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks