Pencarian

Astra (ASII) Incar Tambahan Laba Rp 115 Miliar dari Tender Offer AUTO

Kamis, 10 September 2026 • 15:05:31 WIB
Astra (ASII) Incar Tambahan Laba Rp 115 Miliar dari Tender Offer AUTO
Presiden Direktur Astra International Rudy menyampaikan proyeksi tambahan laba dari tender offer AUTO dalam public expose, Kamis (10/9).

JAMBI — Presiden Direktur Astra International, Rudy, menyampaikan proyeksi tersebut dalam public expose, Kamis (10/9). Jika seluruh saham terserap, kepemilikan ASII di AUTO akan naik dari 80% menjadi 84,95%.

"Kalau kami bisa mengambil semua, kepemilikan kami akan naik ke 84,95%. Jadi akan naik 4,95%, kali profit Astra Otoparts sekarang sekitar Rp 2,2 triliun–Rp 2,3 triliun, dari itu tambahan sekitar Rp 100 miliar–Rp 115 miliar terhadap laba rugi perseroan," kata Rudy.

Struktur Kepemilikan dan Free Float AUTO Tetap Dijaga

Astra menegaskan tender offer ini tidak mengubah pengendali AUTO karena perseroan sudah menguasai 80% saham sejak awal. Porsi saham publik atau free float AUTO tetap dijaga di level 15%, dengan pendanaan berasal dari kas internal ASII.

Manajemen juga memastikan aksi korporasi ini tidak ditujukan untuk delisting maupun membawa AUTO menjadi perusahaan tertutup. Langkah ini murni mempertebal kepemilikan strategis di anak usaha yang bergerak di sektor komponen otomotif.

Fundamental AUTO Jadi Pertimbangan Utama

Kinerja AUTO pada semester I 2026 tercatat solid. Pendapatan naik 13,2% menjadi Rp 10,85 triliun, sementara laba bersih melonjak 22,6% menjadi Rp 1,16 triliun. Pertumbuhan ditopang bisnis manufaktur dan perdagangan, termasuk permintaan komponen dari segmen original equipment manufacturer (OEM).

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai aksi ASII ini sebagai penguatan strategic ownership, bukan sekadar aksi korporasi jangka pendek.

"Saya melihat aksi ini lebih tepat dipandang sebagai penguatan strategic ownership ketimbang sekadar aksi korporasi jangka pendek. Dengan kepemilikan yang semakin besar, ASII akan memperoleh porsi yang lebih besar atas pertumbuhan laba AUTO ke depan," ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Senin (31/8).

Kaitan dengan Exit Jardine dan Konsolidasi Otomotif

Nafan menyoroti perubahan struktur kepemilikan AUTO setelah Jardine keluar. Menurutnya, tender offer ini memperlihatkan Astra ingin memperkuat kontrol ekonomi atas AUTO, meski tidak bisa serta-merta diartikan sebagai konsekuensi langsung dari exit Jardine.

"Yang jelas, struktur kepemilikan AUTO sekarang sudah berada di bawah ASII, dan tender offer ini memperlihatkan Astra ingin semakin memperkuat kontrol ekonominya atas AUTO," katanya.

Dia melihat aksi tersebut sebagai kelanjutan konsolidasi bisnis otomotif Astra untuk menangkap potensi pertumbuhan AUTO dalam jangka menengah dan panjang.

Katalis Positif dan Catatan Valuasi

Sejumlah katalis positif masih membayangi AUTO, mulai dari pemulihan volume penjualan otomotif, pertumbuhan segmen OEM dan aftermarket, hingga peluang dari kendaraan listrik. Riset terbaru menaikkan estimasi laba AUTO untuk 2026 seiring kuatnya volume penjualan model baru.

Laba AUTO diproyeksikan tumbuh sekitar 20% pada 2026, sebelum kembali normal di kisaran 5%–11% pada 2027–2028. Namun Nafan mengingatkan investor mencermati valuasi dan risiko aksi ambil untung, mengingat harga saham AUTO telah melonjak sekitar 47% dalam dua bulan terakhir.

Investasi mengandung risiko.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks