Pencarian

Pertamina Tanam 165 Ribu Mangrove di Indramayu, Edukasi Mahasiswa Soal Energi Bersih

Jumat, 11 September 2026 • 12:33:01 WIB
Pertamina Tanam 165 Ribu Mangrove di Indramayu, Edukasi Mahasiswa Soal Energi Bersih
Mahasiswa mengikuti seminar "Inspiring Future Energy Professional and Environmental Champions" di Auditorium Universitas Wiralodra, Indramayu.

JAMBIIndramayu — Fungsi Project R&P (Refinery and Petrochemical) Balongan, bagian dari PT Pertamina Patra Niaga, menggelar seminar bertema "Inspiring Future Energy Professional and Environmental Champions" di Auditorium Universitas Wiralodra, Indramayu, Rabu (10/9/2026). Acara ini menyasar mahasiswa sebagai calon profesional industri energi sekaligus agen perubahan di bidang lingkungan.

Pjs. General Manager Project R&P Balongan, Ashabul Kahfi, menyebut kegiatan operasional kilang yang menghasilkan emisi karbon harus diimbangi dengan upaya nyata menekan emisi tersebut. Salah satu caranya lewat penanaman mangrove yang sudah berjalan sejak 2023.

Mangrove Tiris Jadi Titik Awal Penanaman

Penanaman mangrove pertama dilakukan di Pantai Tiris, Indramayu, dengan jenis Rhizophora mucronata. Dari situ, program meluas ke sejumlah titik pesisir lain di kabupaten yang sama.

Hingga 2026, total bibit yang ditanam mencapai 165 ribu batang dengan luas tanam sekitar 15 hektar. Pemantauan pertumbuhan melibatkan warga sekitar, tujuannya memastikan mangrove tumbuh optimal sekaligus mengurangi risiko abrasi dan memulihkan ekosistem pesisir.

Mahasiswa Jadi Sasaran Edukasi Energi dan Lingkungan

Rektor Universitas Wiralodra, Ipong Dekawati, mengapresiasi langkah Pertamina membuka wawasan mahasiswa soal peran perusahaan dalam menopang kebutuhan energi nasional. Menurutnya, seminar ini diharapkan melahirkan calon profesional energi yang juga peduli lingkungan.

"Dari seminar ini, diharapkan kelak mahasiswa bisa menjadi calon professional di industri energi sekaligus bisa menjadi pahlawan lingkungan di masa depan," ungkap Prof Ipong Dekawati.

Seminar menghadirkan Rahmat Abbas, Koordinator Ahli Pengelolaan Lingkungan/mangrove Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, yang memaparkan materi soal perubahan iklim dan bencana. Ia menegaskan mangrove yang ditanam Pertamina tidak hanya tersebar di Indramayu, tapi juga di berbagai daerah lain.

"Setiap hektar mangrove yang kita tanam dan pelihara adalah investasi nyata bagi stabilitas iklim bumi dan kesejahteraan generasi masa depan," tegas Dr. Rahmat Abbas.

Selain itu, Senior Officer HSSE Project Balongan, Feri Haldino, membahas aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap pekerjaan Pertamina. Tujuannya memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja tetap terjaga.

Kilang Balongan dan Target Net Zero Emission 2060

Fungsi Project R&P Balongan bertugas merencanakan, mengelola, dan mengeksekusi proyek pembangunan infrastruktur kilang minyak serta fasilitas petrokimia Pertamina. Sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) diklaim rampung tanpa kecelakaan kerja fatal.

Kahfi menegaskan seminar semacam ini jadi bagian dari upaya membangun masa depan energi berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi. Targetnya sejalan dengan komitmen Net Zero Emission pada 2060.

"Seminar ini penting kami lakukan untuk membangun masa depan energi yang berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan demi terwujudnya Net Zero Emission di Tahun 2060," terang dia.

Bagi Pertamina, program mangrove di Indramayu menjadi salah satu wajah tanggung jawab lingkungan di tengah operasional kilang yang tak bisa lepas dari emisi. Keberlanjutan program ini akan jadi tolok ukur seberapa serius perusahaan menyeimbangkan bisnis energi dan pelestarian alam.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks