JAMBI — Warga Manggala, Makassar, Rahma, mengaku memilih membeli BBM eceran lebih mahal daripada harus mengantre berjam-jam. "Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," ujarnya di Makassar, Sabtu.
Harga Eceran di Pengecer dan Pertamini
Pertalite eceran yang biasanya dijual Rp15 ribu untuk ukuran botol besar air mineral kini dijual Rp35 ribu. Untuk ukuran botol mineral sedang, harganya Rp25 ribu.
Di Pertamini, harga BBM mencapai Rp15 ribu-Rp20 ribu per liter. Padahal harga normalnya hanya Rp10 ribu per liter. Meski begitu, antrean panjang tetap terlihat di beberapa titik Pertamini.
Salah satunya Pertamini di Jalan Minasa Upa, Makassar. Antrean panjang di ruas jalan tersebut mengakibatkan kemacetan sejak sore hingga malam hari. Penampakan yang sama terlihat di beberapa Pertamini yang diserbu masyarakat yang sudah kehabisan BBM untuk kendaraannya.
Pedagang Eceran Ikut Terdampak
Seorang pedagang BBM eceran asal Kabupaten Takalar, Muliati, mengakui harga pertalite yang dijajakannya meningkat drastis. Penyebabnya, besarnya upaya yang harus dilakukan untuk memperoleh produk energi tersebut.
Dia harus menunggu di waktu dini hari untuk memperoleh BBM, mulai pukul 01.00 hingga 02.40 WITA. Waktu tersebut dipilih karena antreannya terbilang lebih singkat dibanding siang hari yang bisa mencapai empat sampai lima jam.
"Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan pertalite atau pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," kata dia.
Dampak ke Aktivitas Harian Warga
Rahma mengakui sulitnya memperoleh BBM berpengaruh terhadap aktivitasnya sehari-hari. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, mengunjungi kerabat, hingga urusan pekerjaan di luar kantor.
Ada kekhawatiran jika lebih banyak menggunakan sepeda motornya di tengah sulitnya memperoleh BBM. Beberapa hal dialihkan ke jasa ojek daring agar aktivitasnya tetap berjalan. Konsekuensinya, ia harus mengeluarkan budget lebih besar atas fenomena antrean panjang pembelian BBM ini.
Langkah Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah maupun Provinsi Sulsel tengah melakukan upaya solutif bersama Pertamina agar fenomena ini tidak berlangsung lama. Kelangkaan BBM ini telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik.
Informasi lengkap mengenai jadwal penyaluran dan ketersediaan stok di SPBU dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina. Masyarakat diimbau tidak memborong BBM di pengecer dengan harga jauh di atas ketentuan, dan melaporkan praktik penimbunan ke kanal pengaduan resmi.