Pencarian

506 Warga Jambi Daftar Operasi Katarak Tzu Chi Sinar Mas, 209 Pasien Berhasil Jalani Tindakan

Minggu, 13 September 2026 • 05:01:01 WIB
506 Warga Jambi Daftar Operasi Katarak Tzu Chi Sinar Mas, 209 Pasien Berhasil Jalani Tindakan
Warga Jambi mengikuti proses skrining bakti sosial operasi katarak Tzu Chi Sinar Mas di RS Rapha Theresia Jambi.

JAMBI — Bakti sosial operasi katarak yang digelar Tzu Chi Sinar Mas bersama RS Rapha Theresia Jambi menyelesaikan tindakan terhadap 209 pasien. Angka itu berasal dari 506 calon pasien yang mendaftar, lalu menyusut setelah proses skrining.

Dari pendaftaran awal, 220 orang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Setelah pemeriksaan lanjutan, 209 pasien dinyatakan siap menjalani operasi pada Sabtu (12/9/2026).

Siapa Saja yang Terlibat dalam Bakti Sosial Ini

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, TIMA Indonesia, relawan Tzu Chi Jambi, relawan Tzu Chi Sinar Mas, hingga sejumlah pilar usaha Sinar Mas.

Dari sisi tenaga, 135 relawan bertugas membantu pelayanan dan pendampingan pasien. Sementara 86 relawan medis terbagi dalam dua peran: 42 orang menangani skrining dan 44 orang mendukung pelaksanaan operasi.

Operasi Katarak Dinilai Kembalikan Kualitas Hidup Pasien

Bagi para pasien, manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada layanan medis. Pemulihan penglihatan dinilai membuka peluang kembali menjalankan aktivitas harian dengan lebih baik.

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Sambutannya dibacakan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani.

"Bakti sosial ini bukan sekadar bantuan pengobatan semata, tetapi juga kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih baik, kembali beraktivitas, dan meningkatkan kualitas kehidupan," demikian disampaikan Gubernur Jambi dalam sambutannya.

Kolaborasi Jadi Kunci Menjangkau Pasien

Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata, menyebut kepedulian dan kolaborasi sebagai fondasi kegiatan ini. Menurutnya, jangkauan bantuan bergantung pada kepekaan terhadap kondisi sekitar.

"Kita membutuhkan mata yang peka melihat kesulitan orang lain, telinga yang mau mendengar kondisi masyarakat di sekitar kita, dan yang paling penting, tangan-tangan yang bersedia bergerak bersama untuk membantu. Semakin banyak orang yang peduli, semakin besar pula kesempatan kita untuk menemukan mereka lebih cepat dan membantu mereka memperoleh penanganan yang dibutuhkan," ujar Suhendra.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks