JAMBI — Bandung (ANTARA) - Perubahan posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya. Kemensos menyebut fluktuasi ini terjadi akibat masuknya sekitar 12 juta data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang belum terverifikasi penuh.
Untuk memastikan status, warga tidak perlu datang ke kantor dinas. Cukup mengakses situs resmi Kemensos melalui ponsel atau komputer.
Langkah Cek Desil dan Status Bansos
Proses pengecekan dirancang sederhana dan hanya memerlukan KTP elektronik. Berikut tahapannya:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban di ponsel.
- Masukkan 16 digit NIK KTP pada kolom yang tersedia.
- Ketik kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
- Klik tombol "Cari Data".
Sistem akan menampilkan profil penerima, termasuk informasi tingkatan desil dan status penerimaan bantuan.
Arti Desil dan Prioritas Penerima
Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam data DTSEN. Rumah tangga yang masuk desil 1 hingga 4 menjadi prioritas penerima bantuan sosial. Sementara itu, desil 5 hingga 10 mewakili kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Bagi warga yang masuk kategori prioritas, beberapa program bantuan yang dapat diterima antara lain:
- Sembako/BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai): Bantuan untuk memenuhi kebutuhan gizi pokok. Disalurkan lewat uang elektronik atau rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan dapat ditukarkan di warung gotong royong (e-warong) atau agen bank tertentu.
- Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan tunai bersyarat. Penerima wajib memenuhi komitmen di bidang kesehatan dan pendidikan. Dana dikirim langsung ke rekening bank milik penerima melalui KKS.
- Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK): Layanan kesehatan gratis menggunakan BPJS Kesehatan untuk fakir miskin dan orang tidak mampu. Iuran bulanan dibayar penuh pemerintah dan penerima otomatis masuk kelas tiga.
Mengapa Data Bisa Berubah?
Perubahan desil yang terjadi belakangan bukan tanpa sebab. Integrasi data dari BKKBN yang belum rampung diverifikasi membuat sebagian nama berpindah posisi. Kondisi ini wajar terjadi selama proses pemadanan data berlangsung.
Layanan pengecekan mandiri ini diharapkan membuat masyarakat lebih proaktif mengetahui haknya. Selain menekan angka kekeliruan distribusi, langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tepat sasaran.
Jika mengalami kendala saat pengecekan atau ingin mengajukan keberatan, warga dapat menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing atau kantor Dinas Sosial setempat. Waspadai pihak yang mengaku bisa mengurus perubahan data dengan imbalan tertentu, karena proses ini tidak dipungut biaya.