Pencarian

DPRD Luwu Utara Bela Subsidi BBM, Karemuddin Dihujat tak Balas Kebencian

Jumat, 11 September 2026 • 05:05:31 WIB
DPRD Luwu Utara Bela Subsidi BBM, Karemuddin Dihujat tak Balas Kebencian
Anggota DPRD Luwu Utara Karemuddin menyampaikan pernyataannya terkait sorotan terhadap subsidi BBM.

JAMBI — Ia menegaskan hinaan tersebut tidak membuatnya marah maupun menghentikan langkahnya memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, perbedaan pandangan soal BBM subsidi adalah hal wajar.

"Saya tidak marah ketika disebut 'b*bi', hanya karena saya menyuarakan hak subsidi rakyat," kata Karemuddin dalam pernyataannya, Kamis (10/09/2026).

Sikap Karemuddin atas Hinaan

Karemuddin menilai perbedaan cara melihat persoalan seharusnya disampaikan lewat argumentasi dan dialog, bukan penghinaan. Ia meminta pihak yang tidak sepakat membantah dengan data, bukan kata kasar.

"Kalau suara itu dianggap salah, silakan dibantah dengan argumentasi, bukan dengan makian," katanya.

Ia menegaskan tidak akan membalas hinaan dengan kebencian. Karemuddin memilih tetap menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

"Saya tidak akan membalas kebencian dengan kebencian. Itu hak mereka. Saya akan terus menyuarakan hak rakyat selama saya jadi wakil rakyat," ungkapnya.

Alasan Karemuddin Perjuangkan Subsidi BBM

Karemuddin menyatakan sorotannya terhadap persoalan BBM subsidi bukan untuk kepentingan pribadi. Sebagai wakil rakyat, ia merasa bertanggung jawab memastikan subsidi pemerintah benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

"Saya tidak sedang memperjuangkan kepentingan pribadi. Saya hanya ingin subsidi yang memang diperuntukkan bagi rakyat, benar-benar sampai kepada rakyat yang membutuhkan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan keberadaannya sebagai anggota DPRD tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat. Menurutnya, suara rakyat harus tetap diperjuangkan, termasuk dalam persoalan subsidi BBM.

"Saya dihidupi dan digaji dari pajak rakyat," ujarnya.

Nurani dan Suara Rakyat

Bagi Karemuddin, polemik ini bukan sekadar persoalan dirinya dihina atau tidak. Yang lebih penting, kata dia, adalah keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Sebab pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada satu tempat yang sama: nurani," katanya.

Ia menyampaikan hari ini mungkin dirinya yang mendapat hinaan karena bersuara. Namun suatu saat masyarakat juga membutuhkan wakil yang berani menyampaikan aspirasi mereka.

"Hari ini mungkin saya yang dihina karena bersuara. Besok mungkin kita semua yang membutuhkan suara itu," pungkasnya.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritabersatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks