JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memastikan pendampingan penuh bagi Kabupaten Bungo dalam proses menuju status Kabupaten Kreatif Indonesia. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan hal itu saat menerima audiensi Bupati Bungo Dedy Putra di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Potensi Ekonomi Kreatif Bungo: Kuliner hingga Konten Digital
Bupati Dedy Putra menyebut daerahnya memiliki potensi besar di sejumlah subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari kuliner, kriya, fesyen, musik, seni pertunjukan, film, hingga konten digital.
“Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda. Tugas kami adalah membantu pemerintah daerah memetakan potensi tersebut agar dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis.
Program Unggulan: Aktivasi Desa Kreatif dan Creative Hub
Kemenekraf akan mengacu pada Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 dalam menjalankan pendampingan. Beberapa program strategis yang ditawarkan meliputi Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Pemerintah pusat juga mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif unggulan atau local hero di Bungo. Caranya melalui kurasi, penguatan kapasitas, akses pasar, dan pembiayaan bagi para pegiat ekraf setempat.
Kolaborasi Penguatan HKI Berbasis Cerita Rakyat
Dalam pertemuan itu, turut dibahas peluang kolaborasi penguatan ruang kreatif hingga kekayaan intelektual (HKI). Pengembangan ini akan mengangkat sejarah dan cerita rakyat khas Bungo, yang diarahkan ke subsektor komik, film, animasi, dan konten digital.
Bupati Dedy Putra berharap Kemenekraf dapat memberikan dukungan nyata. Utamanya melalui pelatihan, penguatan ekosistem, fasilitasi hak kekayaan intelektual, serta promosi produk-produk kreatif asal Bungo ke tingkat nasional.