MUARO JAMBI — Sebanyak 35 ton jagung hasil panen dari lahan seluas 14,3 hektar di Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi, langsung dibeli Bulog. Panen raya yang digelar serentak di tujuh titik wilayah hukum Polda Jambi ini merupakan bagian dari agenda nasional yang terhubung secara virtual dengan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kegiatan yang berpusat di lahan PT Brahma Bina Bakti (BBB), anggota PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), ini dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, serta unsur Forkopimda dan kelompok tani setempat.
Target Tanam Jagung Capai 2.370 Hektar Sepanjang 2026
Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali mengungkapkan, hingga Mei 2026, binaan Polda Jambi telah menanam jagung seluas 569,13 hektar. Target pengembangan lahan jagung sepanjang tahun ini mencapai 2.370 hektar.
"Untuk penyerapan hasil panen, hingga Mei 2026 Bulog telah menyerap sebanyak 381,32 ton dari target 6.200 ton," ujar Ali dalam sambutannya.
Perusahaan Sawit Ikut Garap Lahan Jagung
Kolaborasi ini melibatkan PT Triputra Agro Persada Tbk melalui program TAP Untuk Negeri. Perusahaan perkebunan sawit itu memandang ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan yang membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat desa sebagai penggarap maupun mitra pengelola lahan. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan optimal kini mulai produktif dan memberi nilai tambah bagi warga.
Rangkaian Kegiatan: dari KUR hingga Pelepasan Hasil Panen
Rangkaian panen raya diawali dengan pemberian simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyerahan bantuan sosial kepada kelompok tani binaan, hingga kegiatan pipil jagung. Dua ton jagung hasil panen dilepas langsung untuk diserap Bulog.
Dukungan terhadap program ketahanan pangan ini juga dilakukan perusahaan secara berkelanjutan di berbagai wilayah operasional di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Bagi masyarakat sekitar, program ini tidak hanya menghadirkan aktivitas pertanian produktif, tetapi juga membuka peluang usaha baru di desa.