JAKARTA — Tekanan jual langsung menghantam Bursa Efek Indonesia sejak menit pertama perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambles 2,06 persen ke posisi 6.584,762 pada Senin (18/5). Angka ini melanjutkan tren negatif yang sudah terlihat sejak sesi preopening, di mana IHSG sudah turun 1,40 persen.
Rupiah Ikut Tertekan, Sentuh Level Terbaru
Di pasar valuta asing, rupiah tak kalah tertekan. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di Rp 17.630. Angka ini menunjukkan pelemahan 33 poin atau 0,19 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah dan IHSG terjadi di saat mayoritas bursa Asia juga bergerak negatif. Nikkei 225 Jepang turun 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, dan Straits Times Singapura merosot 0,32 persen. Hanya indeks SSE Composite China yang mencatatkan kenaikan tipis 0,06 persen.
Sentimen Global dan Domestik Menekan
Tekanan di pasar keuangan Indonesia pagi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global. Kombinasi antara penguatan dolar AS dan aksi jual di pasar saham kawasan membuat indeks dan nilai tukar rupiah sulit beranjak dari zona merah.
Belum ada data makroekonomi domestik yang dirilis hari ini, sehingga pergerakan pasar lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar kini menanti langkah Bank Indonesia dan pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar serta menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas yang masih tinggi.