JAMBI — Proses regenerasi kepemimpinan ICF Jambi menemui jalan buntu. Panitia penjaringan yang dibentuk pengurus karateker sudah dua kali membuka pendaftaran calon ketua umum untuk periode 2026–2030, namun hingga batas akhir tidak ada kandidat yang mendaftar.
Kondisi ini memaksa pengurus karateker mengambil langkah formal. Mereka mengirimkan laporan pertanggungjawaban ke PB ICF di Jakarta, sekaligus meminta arahan tentang prosedur yang harus dijalani selanjutnya.
Apa Isi Laporan ke PB ICF?
Sekretaris Caretaker Pengprov ICF Jambi, Alpian, mengatakan laporan tersebut memuat seluruh rangkaian tahapan yang telah dilaksanakan. Mulai dari Rapat Kerja Pengprov, pembentukan Organizing Committee (OC), Steering Committee (SC), hingga Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP).
“TPP telah dua kali membuka pendaftaran calon ketua umum, tapi hingga masa pendaftaran berakhir tidak ada bakal calon yang mendaftar,” kata Alpian, Senin (13/7/2026).
Mengapa Tak Ada yang Mendaftar?
Bahan berita tidak menyebutkan penyebab spesifik di balik sepinya pendaftar. Namun, kondisi ini mengindikasikan minimnya figur yang berminat atau memenuhi syarat untuk memimpin organisasi balap sepeda di Provinsi Jambi pada periode mendatang.
Langkah Selanjutnya: Pendaftaran Gelombang Ketiga?
TPP sebenarnya masih menyatakan kesiapan untuk membuka pendaftaran untuk ketiga kalinya. Namun, keputusan itu tidak bisa diambil sepihak. Masa berlaku SK kepengurusan karateker akan berakhir pada Juli 2026, sehingga setiap langkah harus mendapat restu dari PB ICF.
“Mengingat masa berlaku SK kepengurusan karateker akan berakhir, pengurus dinilai perlu lebih dahulu meminta arahan dari PB ICF agar setiap keputusan yang diambil tetap sesuai mekanisme organisasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Alpian.
Apa yang Diinginkan Pengurus Karateker?
Dalam laporan tersebut, pengurus karateker menegaskan bahwa seluruh langkah Pengprov ICF Jambi harus berada dalam koordinasi dengan PB ICF sebagai organisasi induk. Arahan dari Jakarta dinilai krusial untuk memastikan proses penjaringan tetap sah dan tidak melanggar aturan organisasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggaban resmi dari PB ICF terkait laporan yang dikirimkan pengurus karateker Jambi.