Pencarian

Ibu Kiper Cape Verde Akhirnya Dapat Visa ke AS untuk Tonton Piala Dunia Setelah Sempat Terkendala Biaya

Rabu, 17 Juni 2026 • 00:28:01 WIB
Ibu Kiper Cape Verde Akhirnya Dapat Visa ke AS untuk Tonton Piala Dunia Setelah Sempat Terkendala Biaya
Ibu kiper Vozinha akhirnya mendapatkan visa AS untuk menyaksikan Piala Dunia di Miami.

JAMBI — Vozinha, kiper berusia 40 tahun, menjadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang Spanyol tanpa gol di laga perdana Piala Dunia. Namun, kebahagiaan itu terusik saat ia mengaku ibunya tidak bisa hadir karena masalah visa. Kini, setelah Jeffries turun tangan, Evora dipastikan bisa berada di Miami untuk laga melawan Uruguay pada Minggu (23/6) mendatang.

Akar Masalah: Biaya Visa dan Jaminan Uang yang Mahal

Cape Verde masuk dalam daftar negara yang warganya harus membayar jaminan yang bisa dikembalikan sebesar 15.000 dolar AS atau sekitar Rp 240 juta untuk bisa masuk ke AS. Jumlah itu belum termasuk biaya pengurusan visa.

Pemerintahan Trump sebelumnya sudah menghapus aturan itu bagi pemegang tiket Piala Dunia. Namun, keputusan itu datang terlambat bagi Evora yang sudah tidak punya cukup waktu dan biaya untuk mengurus semuanya.

Peran Jeffries dan Rubio dalam Membuka Jalan

Jeffries mengaku langsung menghubungi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio setelah mendengar cerita Vozinha. "Tidak ada ibu yang boleh melewatkan kesempatan melihat anaknya membuat sejarah," ujar Jeffries dalam pernyataannya.

Berkat koordinasi antara Departemen Luar Negeri AS, pemerintah Cape Verde, dan FIFA, biaya visa Evora akhirnya dihapuskan. "Perjalanan sedang diatur agar ibu dan anak bisa bertemu di Miami," tambah Jeffries.

Air Mata Vozinha dan Kebanggaan Seorang Ibu

Usai pertandingan melawan Spanyol, Vozinha tak kuasa menahan tangis. "Saya menangis karena nenek dan kakek saya sudah tiada. Mereka adalah segalanya bagi saya. Saya juga menangis karena ibu saya tidak bisa ke sini karena visa," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penghargaan pemain terbaik yang diraihnya adalah untuk seluruh rekan setim. "Tanpa mereka, tidak ada yang mungkin terjadi. Saya akan terus bekerja untuk Cape Verde dan rakyatnya," ucap kiper yang sudah 13 tahun menjadi andalan negaranya itu.

Sementara itu, Evora yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga menonton pertandingan dari rumahnya di Pulau Sao Vicente. "Saya bilang tidak akan ada bola yang masuk ke gawangnya, dan itulah yang terjadi. Dia kiper hebat. Saya sangat bangga menjadi ibunya," ujar perempuan berusia 59 tahun itu.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks