JAMBI — Bibit eukaliptus asal Jambi kian diminati pasar luar daerah. Hingga Juni 2026, Karantina Jambi mencatat total 380.860 batang telah dikirim ke luar provinsi sejak pengiriman perdana pada Desember 2025.
Kepala Karantina Jambi Sudiwan Situmorang menyebut tren pengiriman menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Desember 2025, hanya 70.420 batang yang dikirim dalam tiga kali pengiriman. Namun hingga Juni 2026, volume meroket menjadi 310.440 batang dalam empat kali pengiriman.
Pemeriksaan Berlapis: dari Pre-Nursery hingga Laboratorium
Petugas tidak hanya memeriksa bibit saat akan dikirim. Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi pembibitan awal sebelum sertifikat karantina diterbitkan. Fokus utama deteksi adalah Austropuccinia psidii, cendawan penyebab penyakit karat daun yang rawan menyerang tanaman famili Myrtaceae, termasuk eukaliptus.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bibit eukaliptus berada dalam kondisi sehat dan tumbuh dengan baik. Tidak ditemukan gejala visual yang mengarah pada keberadaan Austropuccinia psidii," ujar Sudiwan dalam keterangannya, Selasa.
Selain pemeriksaan visual di lapangan, petugas juga melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan bibit benar-benar aman dilalulintaskan. Langkah ini untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit tumbuhan antarwilayah yang berpotensi mengganggu sektor kehutanan dan perkebunan di daerah tujuan.
Dukungan bagi Sektor Kehutanan Nasional
Menurut Sudiwan, pengiriman ratusan ribu bibit ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor kehutanan nasional. Karantina berperan memastikan setiap media pembawa tumbuhan yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan.
"Melalui pengawasan karantina yang ketat dan kolaborasi dengan pelaku usaha, distribusi komoditas tumbuhan dapat berlangsung lancar sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia," kata Sudiwan.
Dengan prosedur tersebut, Barantin memastikan distribusi bibit kehutanan antarwilayah tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati. Bibit eukaliptus asal Jambi pun kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang dipercaya pasar di Kalimantan Tengah.