Pencarian

Mentan Soroti Anomali Harga Ayam, Satgas Pangan Diminta Turun Tangan

Selasa, 27 Oktober 2026 • 15:06:31 WIB
Mentan Soroti Anomali Harga Ayam, Satgas Pangan Diminta Turun Tangan
Mentan Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan menelusuri anomali harga ayam yang turun di tingkat peternak tetapi naik di tingkat konsumen.

JAMBI — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan menelusuri anomali harga ayam yang bergerak berlawanan arah antara tingkat peternak dan konsumen. Harga di peternak turun, tetapi di pasar justru naik — kondisi yang dinilai merugikan produsen sekaligus membebani masyarakat.

Penurunan harga di tingkat produsen semestinya diikuti penyesuaian di tingkat konsumen. Kenyataannya, harga di pasar tidak bergerak searah. Pemerintah pun meminta Satgas Pangan turun tangan mencari penyebabnya.

Harga Turun di Peternak, Naik di Konsumen

Amran menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ia menegaskan bahwa perbedaan arah harga tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

"Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi dua-dua berteriak," kata Mentan.

Menurut Amran, peternak membutuhkan harga jual yang memberi keuntungan layak. Di sisi lain, masyarakat berkepentingan memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Dua kepentingan itu, katanya, harus berjalan seiring.

Dugaan Permainan Pelaku Pasar

Amran menduga ada pihak yang tidak bertanggung jawab di balik ketidaksesuaian harga tersebut. Pemerintah ingin mengetahui penyebab kenaikan harga di tingkat konsumen ketika peternak justru menghadapi penurunan harga jual.

"Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab, itu kita kejar," ujar Amran.

Penelusuran ini menyusul langkah penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran perdagangan pangan yang sebelumnya ditangani aparat kepolisian. Amran menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Kabareskrim Polri, dan Satgas Pangan atas penanganan dugaan pelanggaran terkait beras fortifikasi.

"Kami terima kasih khusus Pak Kapolri, Kabareskrim, Satgas Pangan kami hormat dan terima kasih. Ayo, kita bela peternak Indonesia, petani Indonesia agar tidak gaduh di lapangan," kata Amran.

Jagung 300 Ribu Hektare untuk Pakan

Pemerintah juga memperkuat sektor peternakan dari sisi hulu. Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan penanaman jagung seluas 300 ribu hektare. Bulog dan ID Food dilibatkan untuk menjamin ketersediaan bahan baku pakan dengan harga lebih terkendali.

Langkah itu ditempuh agar biaya produksi peternak tidak terus tertekan. Dengan pasokan pakan yang lebih stabil, harga jual di tingkat peternak diharapkan membaik tanpa harus membebani konsumen di tingkat pasar.

Amran berharap pembenahan sistem peternakan berjalan beriringan dengan pengawasan harga di pasar. Peningkatan produksi dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi pengawasan distribusi.

Persoalan harga ayam menjadi ujian bagi koordinasi lintas lembaga: Kementerian Pertanian di sisi produksi, Bulog dan ID Food di sisi pakan, serta Satgas Pangan di sisi pengawasan pasar. Tanpa pengawasan yang rapat, selisih harga antara kandang dan meja makan berpotensi terus melebar.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks