Pencarian

Danantara Siap Ambil Alih Aset Sritex, Bangun BUMN Tekstil dari Hulu ke Hilir

Selasa, 27 Oktober 2026 • 12:36:01 WIB
Danantara Siap Ambil Alih Aset Sritex, Bangun BUMN Tekstil dari Hulu ke Hilir
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan opsi pengambilalihan aset Sritex dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

JAMBI — Danantara Indonesia membuka opsi mengambil alih aset PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) sebagai jalan membangun pabrik tekstil milik negara, bukan mendirikan pabrik dari nol. Rencana ekspansi ke sektor tekstil itu mencakup seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir, dengan tujuan utama menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Opsi tersebut disampaikan Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria di sela acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10). Menurut dia, pembangunan pabrik tekstil tidak harus dimulai dari lahan kosong.

"Itu sebetulnya salah satu opsi. Dalam pembangunan pabrik tekstil ini tentu ada opsi mengambil alih yang sudah ada," ujar Dony.

Danantara saat ini menimbang dua jalur: mengakuisisi perusahaan yang sudah beroperasi atau membangun perusahaan baru dari awal. Keduanya masih dalam tahap kajian, belum ada keputusan final soal mana yang dipakai.

Perbaikan Model Bisnis Jadi Syarat

Jika aset Sritex benar-benar diambil alih, Danantara tidak sekadar memindahkan kepemilikan. Dony menyebut model bisnis emiten tekstil itu akan dibenahi agar lebih rapi dan tidak mengulang masalah keuangan yang menjeratnya.

Sritex sendiri merupakan salah satu eksportir tekstil terbesar Indonesia sebelum terbelit persoalan utang dan berujung pailit. Aset produksinya tersebar di sejumlah lokasi di Jawa Tengah dengan ribuan pekerja.

Bukan Cuma Hilir, Seluruh Rantai Pasok

Masuknya Danantara ke tekstil tidak dibatasi pada industri hilir. Dony memastikan cakupannya meliputi hulu, menengah, dan hilir sekaligus.

Pendekatan rantai pasok penuh itu dinilai penting karena industri tekstil nasional masih bergantung pada impor bahan baku dan benang di sisi hulu. Selama hulu lemah, biaya produksi hilir sulit ditekan.

Rencana ini pada dasarnya bertujuan membentuk badan usaha milik negara baru di sektor tekstil. Danantara memposisikan langkah tersebut sebagai investasi strategis, bukan penyelamatan perusahaan semata.

Alasan Utama: Lapangan Kerja dan Ukuran Pasar

Dony menempatkan penyerapan tenaga kerja sebagai alasan utama Danantara serius masuk ke sektor ini. Tekstil dikenal padat karya, sehingga setiap pabrik yang beroperasi menyerap pekerja dalam jumlah besar.

"Kita serius karena dampaknya kan membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Apalagi dengan market yang kita punya," ujar Dony.

Pasar domestik menjadi pertimbangan lain. Penduduk Indonesia yang besar membuat permintaan tekstil dan pakaian jadi tetap tumbuh, termasuk segmen fesyen muslim yang menyerap bahan baku dalam volume besar.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham dan Pelaku Industri

Bagi kreditur dan pemegang saham Sritex, wacana ini membuka kemungkinan aset produksi tetap produktif dan tidak dilepas terpisah-pisah. Namun belum ada keterangan resmi soal struktur transaksi, nilai, maupun siapa pihak yang akan menandatangani kesepakatan.

Bagi pemain tekstil lain, kehadiran BUMN baru di sektor ini bisa menjadi pesaing di sisi pengadaan bahan baku maupun tenaga kerja. Di sisi lain, pasokan bahan baku dalam negeri yang lebih kuat berpotensi menekan ketergantungan impor.

Danantara belum memerinci tenggat keputusan. Yang jelas, arahnya sudah disebut: tekstil masuk daftar sektor yang akan digarap badan pengelola investasi tersebut, dengan akuisisi sebagai salah satu jalur yang disiapkan.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks