JAMBI — Kepastian itu disampaikan Erick Thohir melalui akun media sosial pribadinya. Skuad Garuda sebelumnya harus rela tersingkir lebih awal setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup A, tertahan di bawah Vietnam dan Singapura. Ini menjadi catatan buruk tersendiri mengingat target semifinal gagal dicapai.
Dalam rapat yang digelar di Jakarta tersebut, Erick menyebut pembahasan tidak hanya berputar pada performa tim senior. Peningkatan kualitas wasit hingga persiapan kompetisi liga domestik juga masuk dalam agenda utama Exco.
Fokus Perbaikan BTN untuk Semua Kelompok Umur
Erick menegaskan bahwa evaluasi dari BTN tidak berhenti pada sekadar laporan. Ada sejumlah langkah konkret yang disiapkan untuk memastikan performa timnas meningkat di ajang berikutnya.
“Dalam Rapat Exco ini, BTN telah mengevaluasi dan akan melakukan perbaikan untuk Timnas Indonesia,” ungkap Erick dalam keterangan resminya.
Program pembinaan yang disiapkan menyasar seluruh lapisan tim nasional. Mulai dari tim senior, U-23, U-20, U-17, hingga U-16, semuanya masuk dalam rencana persiapan menghadapi turnamen-turnamen internasional selanjutnya. Timnas putri juga menjadi perhatian khusus dalam program ini.
Ujian Berikutnya: FIFA ASEAN Cup 2026
Hasil evaluasi ini menjadi krusial karena jadwal padat sudah menanti. Indonesia akan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang. Pelatih John Herdman dipastikan kembali memimpin skuad Garuda di turnamen tersebut.
Berstatus tuan rumah, Indonesia menyiapkan dua stadion untuk menggelar laga, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat. Tekanan untuk tampil lebih baik dari penampilan di Piala AFF pun otomatis meningkat.
Pencapaian Komite Wasit: Tiga Elite Referee AFC
Di luar evaluasi timnas, rapat Exco juga menerima laporan dari Komite Wasit. Ada kabar positif dengan diraihnya status tiga wasit Indonesia sebagai AFC Elite Referee. Jumlah wasit nasional juga dilaporkan meningkat signifikan menjadi 23.000 orang.
“Memimpin rapat Exco PSSI untuk membahas Timnas Indonesia, peningkatan kualitas & kapasitas wasit Indonesia dan persiapan untuk liga,” tulis Erick Thohir di akun media sosialnya.
Perbaikan kualitas perangkat pertandingan ini dinilai penting, terutama untuk mendukung kompetisi liga yang lebih profesional serta memenuhi standar turnamen internasional.