Pencarian

Dinas PUTR Jambi Masuk Struktur Posyandu, Hesti Haris Ingatkan Warga soal Musim Kemarau dan Air PDAM

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:33:02 WIB
Dinas PUTR Jambi Masuk Struktur Posyandu, Hesti Haris Ingatkan Warga soal Musim Kemarau dan Air PDAM
Warga mengikuti kegiatan Rabu Berkah di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu (26/8/2026).

JAMBI — Posyandu di Provinsi Jambi tak lagi sekadar identik dengan layanan kesehatan ibu dan anak. Kini, wadah pelayanan warga itu merangsek ke urusan infrastruktur dan perumahan, menyusul penguatan sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) setempat.

Kolaborasi itu mengemuka dalam kegiatan Rabu Berkah yang digelar di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu (26/8/2026) pagi. Kepala Dinas PUTR Provinsi Jambi, Muzakir, beserta jajaran pejabat eselon III turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Posyandu Kini Sentuh Enam SPM, Termasuk Perumahan

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi, Hesti Haris, menjelaskan transformasi fungsi Posyandu yang berjalan saat ini. Menurutnya, Posyandu telah berkembang dari fokus awal pada kesehatan menjadi cakupan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan dasar.

“Kalau dulu kita lihat Posyandu ini hanya kesehatan, sekarang Posyandu sudah enam SPM, enam pelayanan dasar. Di antaranya kesehatan, termasuk perumahan,” ujar Hesti.

Masuknya Dinas PUTR dalam struktur pembinaan Posyandu dinilai strategis. Sektor pekerjaan umum dan perumahan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dasar harian warga.

“Pekerjaan umum bahkan perumahan pun masuk di bidang Posyandu. Jadi dari PUPR hari ini kita bersama-sama membicarakan hal-hal yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Waspada Kebakaran Lahan dan Krisis Air Bersih

Di sela-sela pembahasan kolaborasi, Hesti menyampaikan sejumlah imbauan krusial terkait kondisi musim kemarau yang mulai melanda. Ia meminta warga, khususnya di kawasan perkebunan dan permukiman, menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan.

“Bapak-bapak jangan membakar sampah sembarangan. Kita di kebun, di kampung, hati-hati membakar walaupun sedikit, karena itu rawan sekali. Semuanya sudah kering, lahan-lahan sudah kering,” imbaunya.

Hesti juga menyoroti ancaman kekeringan yang mulai dirasakan sebagian rumah tangga. Ia mengaku menerima banyak laporan soal aliran air PDAM yang sudah tidak mengalir di sejumlah titik.

“Bijak menggunakan air. Walaupun di rumah kita lancar, mungkin di ujung atau sektor rumah tangga yang lain sudah tidak mengalir lagi,” ungkapnya.

Ancaman Kabut Asap dan Imbauan untuk Orang Tua

Memasuki puncak kemarau, kualitas udara mulai terganggu oleh debu dan asap. Hesti mengingatkan para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap balita dan anak-anak, termasuk membatasi aktivitas di luar rumah.

“Anak-anak kita banyak minum air bersih, jaga kesehatan. Kalau tidak perlu, apalagi balita, jangan keluar rumah dulu. Ini sudah mulai debu, asap,” katanya.

Menyoal wacana meliburkan sekolah akibat kabut asap, Hesti menegaskan keputusan tersebut berada di tangan pihak berwenang berdasarkan pemantauan kondisi lapangan. Ia memastikan akan mengikuti instruksi resmi apabila kebijakan itu diterapkan.

“Kalau memang kondisinya harus diliburkan, ya diliburkan. Tapi yang sekarang menurut kami harus waspada, jaga anak masing-masing, banyak minum air putih, dan kalau tidak perlu jangan keluar rumah,” pungkasnya.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rjnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks