TANJUNG JABUNG BARAT — Penyerapan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat masih perlu dikebut memasuki semester kedua tahun ini. Hingga periode Januari–Agustus 2026, realisasi belanja daerah baru mencapai Rp658,76 miliar, atau 53,65 persen dari pagu APBD 2026.
Total anggaran belanja daerah yang disiapkan tahun ini memang menyusut signifikan. Berdasarkan data APBD 2026, pagunya tercatat Rp1.227,79 miliar, atau turun 43,52 persen dibandingkan anggaran belanja daerah pada tahun sebelumnya.
Belanja Pegawai Kuasai Separuh Lebih Realisasi
Dari total realisasi yang sudah dibelanjakan, komponen belanja pegawai menjadi porsi terbesar. Realisasinya mencapai Rp365,02 miliar. Angka ini menyerap hampir 55 persen dari total belanja yang sudah keluar hingga Agustus.
Komponen belanja barang dan jasa menyusul dengan realisasi Rp177,67 miliar. Sementara itu, belanja lainnya terealisasi Rp85,89 miliar, dan belanja modal menjadi yang paling kecil dengan serapan hanya Rp30,18 miliar.
Belanja Modal Minim, Dampaknya ke Infrastruktur?
Rendahnya realisasi belanja modal patut menjadi perhatian. Dengan porsi yang minim, ruang fiskal untuk pembangunan fisik dan pengadaan aset pemerintah daerah menjadi terbatas pada tahun anggaran ini.
Kondisi ini kontras dengan belanja pegawai yang mendominasi. Artinya, sebagian besar anggaran daerah masih terserap untuk kebutuhan operasional dan gaji aparatur, bukan untuk belanja produktif yang berdampak langsung pada layanan publik.
Pemkab setempat masih memiliki waktu sekitar empat bulan untuk mengejar sisa anggaran yang belum direalisasikan, yang mencapai lebih dari Rp569 miliar. Efisiensi anggaran yang diterapkan tahun ini kemungkinan menjadi penyebab utama penurunan pagu belanja daerah.