MUARO JAMBI — Kualitas udara yang sempat memburuk secara drastis di Kabupaten Muaro Jambi pada akhir pekan lalu kini telah kembali normal. Data pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Jambi menunjukkan indeks kualitas udara pada Senin pagi sudah turun ke level baik di angka 36, setelah sempat memicu kekhawatiran warga pada Jumat (11/7) malam.
Lonjakan signifikan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat konsentrasi PM2.5—partikel halus berbahaya bagi saluran pernapasan—melonjak hingga indeks 187. Angka tersebut masuk dalam kategori "sangat tidak sehat" dan berpotensi membahayakan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
BMKG: Belum Ada Kesimpulan Soal Penyebab
Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jambi, Sri Utami Widyastuti, mengaku pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait sumber pencemaran tersebut. "Untuk saat ini kami belum bisa memastikan penyebabnya, apakah dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan atau berasal dari tingginya emisi kendaraan bermotor," ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (14/7).
Pernyataan ini muncul di tengah dugaan sebagian warga bahwa kabut tipis yang sempat terlihat di beberapa titik merupakan dampak karhutla. Namun, BMKG menekankan perlunya data lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan.
BPBD Pastikan Tak Ada Karhutla, Tapi Siaga Penuh
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi memastikan tidak ada kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tercatat dalam sepekan terakhir. Meski demikian, personel Satuan Tugas Karhutla tetap disiagakan penuh sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan kualitas udara selama musim kemarau.
Kesiapsiagaan ini dinilai penting mengingat kondisi atmosfer yang dapat berubah sewaktu-waktu. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun udara saat ini sudah kembali normal.
Langkah Antisipasi Jika Kualitas Udara Kembali Memburuk
BMKG merekomendasikan warga untuk rutin memantau informasi kualitas udara melalui kanal resmi BMKG. Apabila indeks kembali menunjukkan angka tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk meminimalkan paparan partikel halus.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara di wilayah Muaro Jambi bisa berubah secara cepat tanpa peringatan. Pemantauan berkala dan kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak kesehatan akibat penurunan kualitas udara, terutama menjelang puncak musim kemarau.