SAROLANGUN — Dua titik penyeberangan baru kini dikerjakan prajurit TNI di pelosok Sarolangun. Jembatan di Desa Muara Danau dan Pulau Aro, Kecamatan Pelawan, menjadi prioritas karena selama ini akses warga terbatas, terutama saat musim hujan.
Kasiter Korem 042/Garuda Putih, Kolonel Kav Endi Siswanto Yusuf, langsung turun ke lapangan meninjau progres pembangunan. Ia didampingi Dandim 0420/Sarko, Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, serta jajaran Danramil dan Babinsa.
Dua Titik Jembatan yang Disasar
Lokasi pertama berada di Desa Muara Danau dan kedua di Pulau Aro, keduanya di Kecamatan Pelawan. Tim pengawas mengecek langsung kualitas material dan struktur bangunan agar kokoh bertahan lama.
Selain memastikan spesifikasi sesuai standar, rombongan juga memetakan potensi hambatan teknis yang bisa mengganggu tenggat waktu. Rapat evaluasi internal digelar setelah peninjauan untuk menyelaraskan target fisik dengan program Karya Bakti Skala Besar.
Manfaat bagi Warga: Akses Hasil Kebun dan Pertanian
Endi menegaskan, jembatan ini bernilai strategis bagi mobilitas harian warga. Akses baru diharapkan mempermudah transportasi lokal dan memperlancar distribusi hasil kebun serta pertanian ke pasar.
Selama ini, warga di dua desa tersebut kerap kesulitan mengangkut komoditas saat jalur rusak atau terputus. Dengan adanya jembatan, rantai distribusi diharapkan lebih efisien.
Pengawasan Ketat dari Hulu ke Hilir
Kodim 0420/Sarko berkomitmen mengawal proyek dari awal hingga akhir. Pendampingan ekstra ketat dilakukan agar bangunan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang.
"Sinergi di lapangan terus dijaga agar target penyelesaian pekerjaan tercapai tepat waktu," ujar Endi saat meninjau lokasi, sebagaimana dikutip dari rilis resmi.
Program ini menjadi bukti nyata keterlibatan institusi militer dalam mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Hubungan antara prajurit dan warga diyakini semakin erat lewat penyediaan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar.