JAMBI — Sebuah SMP negeri di Kota Jambi hanya kebagian kurang dari sepuluh siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Wali Kota Jambi Maulana menyebut angka itu sebagai alarm bagi pemkot untuk segera mengevaluasi pemerataan layanan pendidikan.
"Terdapat satu SMP negeri yang jumlah pendaftarnya masih di bawah 10 orang," kata Maulana di Jambi, Jumat.
Lokasi Sekolah Langganan Banjir
Hasil evaluasi sementara menunjukkan faktor utama sepinya peminat adalah kondisi lingkungan sekolah yang kerap terendam banjir. Lapangan sekolah berada di titik lebih rendah dari permukaan jalan, sehingga setiap hujan deras selalu tergenang.
Genangan itu menghambat aktivitas siswa, terutama kegiatan di luar ruangan. "Kondisi ini berdampak langsung terhadap penurunan minat masyarakat menyekolahkan anak di sekolah itu," ujar Maulana.
Opsi Merger Sekolah Mengemuka
Pemkot Jambi kini mempertimbangkan penggabungan atau merger sekolah yang terus mengalami kekurangan peserta didik. Menurut Maulana, langkah itu dinilai bisa meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah yang ada.
Untuk tahun ajaran ini, sekolah yang masih memiliki kursi kosong tidak akan membuka pendaftaran daring. Pemkot hanya membuka jalur luring bagi calon siswa yang belum mendapat sekolah.
Kebijakan tersebut, kata Wali Kota, juga merupakan bentuk penghormatan terhadap keberadaan sekolah swasta agar tetap memperoleh kesempatan menerima peserta didik.
Persaingan dengan Pesantren dan Sekolah Islam
Maulana menambahkan, tren penurunan jumlah siswa di SMP negeri juga dipicu oleh makin banyaknya pilihan pendidikan yang diminati masyarakat, seperti pesantren dan sekolah Islam. Untuk mengantisipasi hal itu, pemkot akan meminta Dinas Pendidikan mengembangkan program unggulan di sekolah negeri.
"Hal ini agar setiap sekolah memiliki keunggulan serta mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan menarik minat masyarakat," katanya.
Program unggulan yang dimaksud meliputi penguatan kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, dan berbagai kompetensi khusus. Dengan demikian, sekolah negeri di Kota Jambi diharapkan tak hanya jadi pilihan kedua, tetapi mampu bersaing secara sehat dengan lembaga pendidikan lain.