JAKARTA — Sebanyak 13 partisipasi dalam sesi poster, presentasi lisan, dan lokakarya inti dibawa Pertamina Hulu Rokan (PHR) ke IPA Convex 2026. Ajang tahunan Indonesian Petroleum Association itu menjadi panggung bagi PHR Regional 1 Sumatra untuk memaparkan strategi pengelolaan lapangan migas yang sudah menua (mature fields) sekaligus inovasi terbaru di sektor hulu.
Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di konvensi tersebut menjadi momentum strategis. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah Technical Program Special Session bertajuk Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security. General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjadi pembicara utama yang memaparkan perjalanan manajemen reservoir di Zona Rokan—operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur.
Zona Rokan saat ini memproduksi sekitar 151 ribu barel minyak per hari dan 33 MMSCFD gas. Metode pemulihan yang diterapkan mencakup primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, pengembangan akan diarahkan pada survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI/ML).
Di Zona Rokan, PHR mencatat tonggak sejarah dengan keberhasilan pelaksanaan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) steamflood di Lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada 14 Januari 2025. Proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan.
Selain itu, pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) terus digencarkan sebagai langkah strategis. PHR meyakini MNK berpotensi menjadi game changer yang memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan konvensional yang semakin menua.
Capaian PHR Regional 1 Sumatra tidak hanya terpusat di Rokan. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026.
Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, berhasil menciptakan efisiensi biaya signifikan dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang.
Dalam momen IPA Convex 2026, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP untuk mendukung kebutuhan operasi produksi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Rokan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi di salah satu blok migas terbesar di Indonesia.