JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung prosesi pelepasan jemaah haji kloter terakhir di Asrama Haji Kota Jambi, Kamis (21/5/2026). Kloter 25 ini menjadi penutup rangkaian pemberangkatan jemaah haji asal "Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" untuk musim haji 2026.
Dalam sambutannya, Al Haris menyebut jemaah gelombang akhir justru mendapat keuntungan tersendiri. Mereka tidak perlu menunggu lama di Makkah setelah tiba.
"Bapak dan Ibu ini beruntung karena sampai di Makkah tidak terlalu capek menunggu lama. Setelah tiba, tidak lama lagi langsung persiapan menuju Arafah," kata Al Haris.
Al Haris juga mengingatkan para jemaah untuk waspada terhadap kondisi cuaca di Arab Saudi yang tengah tidak menentu. Ia meminta agar setiap jemaah menjaga kondisi fisik agar ibadah berjalan lancar.
"Hati-hati karena cuaca kadang panas dan kadang dingin. Mudah-mudahan seluruh jemaah sehat, ibadah lancar dan pulang menjadi haji yang mabrur," ucapnya.
Menurutnya, setelah puncak ibadah haji usai, Kota Makkah akan mulai lebih lengang. Hal ini memberi kesempatan bagi jemaah Kloter 25 untuk beribadah lebih leluasa di Masjidil Haram, termasuk mendekati Hajar Aswad.
Kepala Kanwil Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menjelaskan Kloter 25 merupakan kloter terakhir Embarkasi Batam tahun 2026. Jemaah dalam kloter ini berasal dari Muaro Jambi, Bungo, Kerinci, dan Tanjung Jabung Timur, didominasi oleh Kabupaten Bungo.
Dari total kuota 3.309 jemaah, sebanyak 3.301 orang telah berhasil diberangkatkan. Wahyudi mengungkapkan ada lima jemaah yang terpaksa tertunda karena sakit.
"Ada lima jemaah yang belum bisa berangkat karena sakit. Mudah-mudahan tahun depan mereka mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji," ujarnya.
Pelepasan turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi VIII Zulfikar Achmad dan Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat.
Wahyudi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jambi yang menanggung penuh biaya transportasi udara dan operasional jemaah dari Jambi menuju Batam. Total dukungan mencapai sekitar Rp42 miliar.
"Kalau dibebankan ke jemaah, masing-masing bisa membayar sekitar Rp12 juta. Tetapi Bapak Gubernur tidak ingin jemaah terbebani," katanya.
Di akhir sambutannya, Wahyudi meminta para jemaah yang telah tiba di Tanah Suci untuk mendoakan Jambi. "Titip doa untuk Jambi agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan menjadi daerah yang adil, makmur serta sejahtera," tutupnya.