MUARO JAMBI — Insiden maut terjadi di perairan Sungai Batanghari, tepatnya di kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5/2026). Tiga awak kapal tongkang KM TS Daya Niaso ditemukan tewas setelah diduga mengalami keracunan gas saat melakukan perbaikan di dalam palka kapal.
Ketiga korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan adalah Zulkarnain, Popo, dan Rudiansyah. Humas Basarnas Jambi, M Luthfi, mengonfirmasi bahwa seluruh korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan.
Peristiwa berawal sekitar pukul 08.55 WIB ketika ketiga korban masuk ke dalam palka tongkang untuk bekerja. Tak lama setelah masuk, mereka dilaporkan mendadak lemas dan tidak memberikan respons dari dalam lambung kapal.
Pemilik tongkang, Sani, yang melihat kejadian itu langsung melaporkan situasi darurat ke Basarnas Jambi. Laporan diterima sekitar pukul 09.15 WIB.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi tidak bisa melakukan evakuasi secara sembarangan. Mereka menggunakan peralatan khusus confined space rescue untuk memasuki palka yang diduga mengandung gas berbahaya.
Warga setempat turut membantu proses evakuasi yang berlangsung di pinggiran Sungai Batanghari tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Basarnas Jambi masih melakukan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.
"Mereka diduga mengalami keracunan gas berbahaya saat melakukan perbaikan di dalam palka kapal," kata M Luthfi dalam keterangannya.
Palka kapal tongkang dikenal sebagai ruang tertutup yang berpotensi menyimpan gas beracun, terutama jika jarang dibuka atau terkena sisa muatan tertentu. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya gas berbahaya di dalam palka KM TS Daya Niaso masih dalam penyelidikan.
Belum ada keterangan resmi mengenai langkah pemilik kapal atau pihak terkait pasca-insiden ini. Basarnas Jambi mengimbau para pekerja di sektor pelayaran dan perbaikan kapal untuk selalu menggunakan alat pelindung diri serta memastikan sirkulasi udara sebelum memasuki ruang tertutup.