JAMBI — Pendapatan operator pelat merah ini mencapai Rp109,3 triliun sepanjang tahun lalu. Kontribusi layanan digital sudah menembus 95 persen dari pendapatan mobile, sementara trafik data naik 15 persen secara tahunan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat. "Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan," ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Jumlah pelanggan Telkomsel terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pengguna. Meski basis pelanggan menyusut, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru naik menjadi Rp45 ribu per bulan—tanda bahwa pelanggan yang tersisa adalah pengguna bernilai tinggi.
Layanan fixed broadband juga menunjukkan pertumbuhan. Total pelanggan broadband rumah kini melampaui 10 juta, dengan penetrasi layanan konvergensi mencapai 59 persen.
Telkomsel menerapkan strategi penyederhanaan produk dan penyesuaian harga sepanjang 2025. Hasilnya mulai terlihat di paruh kedua tahun lalu: EBITDA tumbuh 5,4 persen secara kuartalan, menandakan pemulihan yang solid.
Perusahaan juga menggencarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan integrasi ekosistem digital untuk mendorong transformasi di Indonesia. Langkah ini memperkuat posisi Telkomsel sebagai enabler ekosistem digital nasional.
Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan Rp109,3 triliun dan laba bersih Rp19,7 triliun. Pertumbuhan laba kuartalan mencapai 14,7 persen, sementara EBITDA naik 5,4 persen.
Kinerja ini dicapai di tengah dinamika industri telekomunikasi yang masih menantang. Fokus pada kualitas layanan dan relevansi digital menjadi kunci utama pemulihan kinerja perusahaan dalam setahun terakhir.