JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jambi resmi mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api khusus batu bara ke pemerintah pusat. Usulan itu disampaikan Gubernur Al Haris dalam audiensi bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Jalur kereta yang direncanakan akan menghubungkan dua wilayah penghasil batu bara, yakni Kabupaten Bungo dan Sarolangun, menuju Pelabuhan Kemingking di Muaro Jambi. Pelabuhan ini menjadi titik akhir pengiriman komoditas tambang sebelum diekspor.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansah, membenarkan langkah tersebut. Menurutnya, usulan ini merupakan upaya percepatan pengangkutan hasil tambang yang selama ini mengandalkan truk di jalan raya.
Selama bertahun-tahun, truk pengangkut batu bara menjadi pemandangan umum di ruas jalan lintas Jambi. Beban berlebih kendaraan ini kerap memicu kerusakan aspal dan kemacetan panjang di titik-titik tertentu.
“Iya betul, Gubernur mengusulkan ke Dirjen Perkeretaapian dan Kementerian Perhubungan, agar angkutan batubara tidak lagi melalui jalur darat,” ujar Ariansah.
Pembangunan jalur kereta ini diharapkan mampu mengurangi beban angkutan batu bara di jalan raya. Selain itu, efisiensi transportasi logistik di daerah juga disebut bakal meningkat drastis jika moda kereta api beroperasi.
Jika terealisasi, warga di sepanjang jalur lintas Jambi bisa bernapas lega. Jalan raya yang selama ini rusak akibat tekanan truk batu bara berpeluang bertahan lebih lama. Polusi udara dan debu batu bara yang sering dikeluhkan warga juga diperkirakan berkurang signifikan.
Pemerintah daerah menilai, pemindahan angkutan tambang ke rel merupakan solusi jangka panjang. Tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga keselamatan pengguna jalan lain yang kerap berbagi aspal dengan truk bermuatan puluhan ton.
Usulan Gubernur Al Haris kini berada di meja Dirjen Perkeretaapian. Pihak Pemprov Jambi menunggu kajian teknis dan kelayakan dari Kementerian Perhubungan sebelum proyek ini masuk dalam perencanaan nasional.
Belum ada kepastian waktu terkait pembangunan fisik jalur kereta api tersebut. Namun, langkah audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius merealisasikan proyek yang sudah lama dinanti para pengusaha tambang dan warga Jambi.