Lalu Lintas Hewan Kurban di Jambi Tembus 24.000 Ekor, Nilai Ekonomi Capai Rp111 Miliar

Penulis: Amrizal Halim  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 22:44:56 WIB
Lalu lintas hewan kurban di Jambi mencapai 24.000 ekor dengan nilai ekonomi Rp111 miliar.

JAMBI — Lonjakan pengiriman hewan kurban di Provinsi Jambi terjadi pada April 2026, dengan volume mencapai sekitar 9.000 ekor dalam satu bulan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi mencatat total lalu lintas ternak sepanjang tahun ini sudah melampaui 24.000 ekor.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang, mengatakan pihaknya memperketat pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran. Pelabuhan Kuala Tungkal menjadi salah satu titik strategis yang dijaga karena menjadi jalur distribusi antarwilayah.

Dominasi Kambing dan Sapi ke Luar Daerah

Dari total 24.000 ekor, sekitar 19.000 ekor di antaranya adalah kambing dan 3.900 ekor sapi. Sebagian besar hewan dikirim ke Batam dan Tanjung Pinang, dua wilayah dengan permintaan tinggi menjelang Iduladha.

“Kami sudah menyiapkan tim karantina di pintu pengeluaran dan pemasukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan, KSOP, dan para peternak,” ujar Sudiwan, Selasa (19/5).

Pemeriksaan Ketat: Dari Dokumen hingga Disinfeksi Kendaraan

Seluruh hewan kurban yang dilalulintaskan wajib memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023. Pemeriksaan mencakup pengecekan dokumen, fisik hewan, hingga alat angkut ternak.

“Kendaraan pengangkut ternak juga wajib disterilkan menggunakan disinfektan untuk meminimalkan penyebaran penyakit,” kata Sudiwan.

Petugas juga mewaspadai penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, dan brucellosis. Hingga saat ini, belum ada temuan kasus di Jambi.

Vaksinasi Wajib bagi Sapi yang Dikirim

Untuk mencegah PMK, hewan ternak yang dikirim harus berasal dari daerah sehat dan sudah divaksin. Sapi wajib dilengkapi surat keterangan vaksinasi.

“Kami ingin memastikan hewan kurban yang diterima masyarakat benar-benar sehat,” tambah Sudiwan.

Selain pengawasan, Karantina Jambi terus mengedukasi pelaku usaha dan pengirim ternak terkait dokumen kesehatan hewan serta tata cara lalu lintas ternak yang sesuai aturan.

“Kami tidak akan mempersulit selama hewan tersebut sehat dan sesuai aturan. Tujuannya agar kebutuhan hewan kurban masyarakat tetap tersedia dan aman,” tutupnya.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top