JAMBI — Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga dasar emas ukuran 1 gram hari ini berada di Rp2,789 juta. Angka ini naik dari posisi kemarin yang tercatat Rp2,764 juta per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback, yang kini berada di Rp2,594 juta per gram, naik Rp25 ribu dari perdagangan sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga buyback Antam saat ini mencapai Rp195 ribu per gram. Artinya, jika Anda membeli emas Antam hari ini lalu menjualnya kembali, Anda harus menanggung selisih hampir 7% dari nilai investasi. Ini menjadi pertimbangan penting bagi investor ritel yang sering melakukan jual-beli jangka pendek.
Perlu dicatat, harga dasar Antam yang tercantum belum termasuk pajak 0,25 persen. Untuk pembelian di atas Rp10 juta, pajak PPh 22 sebesar 0,45 persen juga berlaku. Jadi, ongkos sesungguhnya lebih tinggi dari angka yang tertera.
Menariknya, pergerakan harga emas hari ini tidak seragam. Jika Antam dan BSI Gold kompak menguat, harga emas di Pegadaian justru bergerak sebaliknya. Berdasarkan data situs Sahabat Pegadaian, emas Galeri24 ukuran 1 gram turun Rp8 ribu menjadi Rp2,756 juta per gram. Emas UBS juga turun Rp5 ribu ke level Rp2,788 juta per gram.
Perbedaan harga antarproduk ini wajar terjadi. Faktor produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek turut memengaruhi banderol akhir yang diterima konsumen.
Emas BSI Gold juga mencatat kenaikan. Ukuran 1 gram hari ini dipatok Rp2,681 juta, sementara harga buyback berada di Rp2,551 juta. Selisih harga jual-beli BSI Gold lebih kecil dibanding Antam, yakni Rp130 ribu per gram. Ini bisa menjadi alternatif bagi investor yang ingin spread lebih ketat.
Berikut rincian harga emas Antam ukuran populer hari ini (belum termasuk pajak):
Lonjakan harga emas Antam sejalan dengan penguatan harga emas global yang masih bertahan di zona tinggi. Ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi katalis utama. Bagi investor domestik, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang diminati, terutama saat nilai tukar rupiah berfluktuasi.
Namun, dengan selisih buyback yang kian lebar, investor perlu lebih cermat menentukan strategi. Membeli emas fisik bukan sekadar soal harga naik, tapi juga soal kapan dan di mana Anda menjualnya kembali.