JAMBI — Klaim memiliki akses ke lingkaran Gubernur Jambi untuk melancarkan aksi penipuan dibantah keras oleh pemerintah daerah. Pihak Pemprov memastikan tidak ada hubungan istimewa antara Gubernur Al Haris dengan seorang perempuan berinisial Titin yang belakangan disebut-sebut sebagai pelaku.
“Gubernur tentu terkejut dengan ulah Bu Titin, apalagi sampai mengaitkan dengan Gubernur. Tidak ada hubungan Bu Titin dengan Pak Gubernur,” kata Kepala Diskominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, kepada media.
Dugaan praktik percaloan ini mencuat setelah sejumlah korban melapor. Mereka mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Modus yang digunakan, Titin menjanjikan akses proyek, kelulusan CPNS, hingga penerimaan TNI dengan mengklaim memiliki kedekatan dengan Gubernur Jambi.
Para korban menyebut, Titin kerap memperlihatkan foto, video, hingga percakapan untuk meyakinkan korbannya. Namun hingga kini, belum ada verifikasi independen terkait keaslian seluruh barang bukti yang disebut dalam pengakuan para korban tersebut.
Ariansyah menjelaskan, satu-satunya keterkaitan antara Titin dengan Gubernur Al Haris hanyalah status anak Titin. Anak tersebut diketahui merupakan anggota TNI aktif dan bertugas sebagai Walpri atau pengawal pribadi Gubernur Jambi.
“Jadi, apa yang dilakukan Bu Titin adalah murni urusan pribadinya,” ujar Ariansyah menegaskan bahwa hubungan pekerjaan anak Titin tidak berkaitan dengan aktivitas pribadi yang dilakukan ibunya.
Pemerintah Provinsi Jambi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengatasnamakan pejabat daerah. Modus serupa kerap digunakan untuk menawarkan proyek, jabatan, maupun kelulusan seleksi tertentu.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan terkait dugaan pencatutan nama pejabat dalam praktik penipuan berkedok akses kekuasaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait proses hukum terhadap Titin.