Pencarian

PLN Naikkan Daya Listrik Gedung DPRD DIY dari 197 kVA jadi 1.110 kVA

Rabu, 04 November 2026 • 10:07:01 WIB
PLN Naikkan Daya Listrik Gedung DPRD DIY dari 197 kVA jadi 1.110 kVA
Petugas PLN melakukan penyalaan tahap pertama pasokan listrik 240 kVA untuk proyek Gedung DPRD DIY di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

JAMBI — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Yogyakarta menaikkan kapasitas listrik proyek Gedung DPRD DIY dari 197 kVA menjadi 1.110 kVA, dengan penyalaan tahap pertama 240 kVA pada Jumat (16/10/2026). Penambahan daya itu menopang kebutuhan konstruksi gedung baru di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yang berjalan bertahap sesuai progres pembangunan.

Penyalaan tahap pertama dilakukan PLN UP3 Yogyakarta dan UP3 Wonosari di lokasi proyek, Jalan Kenari, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo. Daya 240 kVA yang mengalir baru sebagian dari total 1.110 kVA yang disiapkan, dan sisanya akan menyusul mengikuti kebutuhan proyek.

Kapasitas awal di lokasi hanya 197 kVA. Angka itu jauh di bawah kebutuhan alat berat dan fasilitas kerja konstruksi, sehingga penambahan daya menjadi syarat agar pembangunan tidak tersendat.

Mengapa Proyek Butuh Tambahan Daya

Pembangunan gedung pemerintah daerah menuntut pasokan listrik stabil sejak tahap galian hingga pemasangan instalasi. Alat kerja, penerangan, dan fasilitas pekerja di lokasi beroperasi bersamaan, dan beban puncaknya tidak bisa ditanggung daya 197 kVA.

PLN memastikan penambahan daya dilakukan bertahap, bukan sekaligus. Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo, menegaskan pemenuhan kebutuhan listrik disesuaikan dengan tahapan pembangunan, dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja dan keandalan pasokan.

Respons Manajemen Konstruksi

Manajemen Konstruksi pembangunan Gedung DPRD DIY, Galang Dwi Prakosa, menyambut baik layanan PLN. Ia meminta keandalan pasokan dan kualitas pelayanan tetap terjaga selama proyek berjalan.

"Kami mengapresiasi pelayanan PLN yang mendukung kebutuhan listrik pembangunan Gedung DPRD DIY. Kami berharap kualitas layanan dan keandalan pasokan terus dijaga dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja," ujar Galang.

Permintaan itu masuk akal. Proyek gedung legislatif daerah biasanya berjalan berbulan-bulan, dan gangguan pasokan di tengah konstruksi bisa memperlambat jadwal serah terima.

Bukan Sekadar Sambungan Baru

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menempatkan dukungan kelistrikan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap infrastruktur daerah. Ia juga mengaitkannya dengan semangat Hari Sumpah Pemuda.

"PLN berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Dukungan ini merupakan kontribusi nyata PLN dalam memperlancar pembangunan infrastruktur di Yogyakarta. Sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, kami terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kemajuan daerah dan bangsa," ujar Deri.

Bagi pelanggan besar seperti proyek pemerintah, penambahan daya berarti pendapatan penjualan listrik yang lebih tinggi dan terukur. Bagi PLN UID Yogyakarta, proyek ini memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra tetap pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Skema bertahap yang dipakai PLN juga mengurangi risiko pemborosan. Daya tidak dialirkan penuh sebelum peralatan konstruksi benar-benar membutuhkannya, sehingga biaya beban listrik proyek bisa ditekan sejak awal.

Langkah berikutnya ada di tangan pelaksana proyek: mengajukan penambahan daya sesuai progres. PLN UID Yogyakarta menyatakan siap menyesuaikan pasokan, dengan syarat keselamatan kerja dan keandalan jaringan tetap jadi prioritas. Bagi warga Yogyakarta, yang paling terasa bukan angka kVA-nya, melainkan kepastian bahwa gedung wakil rakyat mereka rampung tanpa hambatan teknis di tengah jalan.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rejogja.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks