Pencarian

BULOG Salurkan 180 Ton Jagung Rp5.000 per Kg ke Peternak Blitar

Kamis, 05 November 2026 • 12:51:01 WIB
BULOG Salurkan 180 Ton Jagung Rp5.000 per Kg ke Peternak Blitar
Perum BULOG menyalurkan 180 ton jagung pakan seharga Rp5.000 per kilogram kepada 18 perwakilan koperasi peternak ayam petelur mikro di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

JAMBI — Perum BULOG menyerahkan 180 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 18 perwakilan koperasi peternak ayam petelur mikro di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026). Jagung pakan itu dijual Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG, jauh di bawah harga pasar yang selama ini membebani biaya produksi peternak kecil. Penyerahan ini dirangkai dengan komitmen pembelian telur senilai Rp30 miliar untuk seluruh Indonesia hingga Desember 2026.

Blitar, Jawa Timur — Program Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro menjadi kanal penyaluran bantuan tersebut. Kegiatan berlangsung di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, dan melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), BULOG, serta ID FOOD. Pakan selama ini menjadi komponen terbesar dalam operasional peternakan ayam petelur, sehingga harga jagung yang lebih murah langsung menyentuh persoalan paling mendasar bagi peternak skala kecil.

Harga Jagung Rp5.000 per Kilogram di Gudang BULOG

Melalui skema SPHP jagung, BULOG menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG bagi peternak mikro yang memenuhi ketentuan. Penyerahan simbolis 180 ton dilakukan kepada 18 perwakilan koperasi peternak sebagai tahap awal.

Kebijakan ini diarahkan untuk menekan biaya produksi. Dengan pengeluaran pakan yang lebih terkendali, peternak diharapkan menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan kelangsungan usaha di tengah tekanan harga input.

Penyerapan Telur Rp30 Miliar hingga Desember

Dari sisi hilir, BULOG bersama ID FOOD menjalankan pembelian telur ayam dari peternak mikro dengan nilai Rp30 miliar untuk seluruh Indonesia. Program ini berjalan bertahap sampai Desember 2026.

Skema pembelian itu menutup celah yang kerap dihadapi peternak: harga jual yang berfluktuasi. Kombinasi pasokan pakan murah dan kepastian penyerapan hasil produksi menjadi paket dukungan yang menyentuh hulu dan hilir sekaligus.

Peternak Mikro Jadi Penopang Pasokan Telur Nasional

Menteri Pertanian yang juga Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menempatkan peternak mikro sebagai bagian penting kekuatan pangan nasional. Pemerintah, katanya, membangun ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu sampai hilir dengan melibatkan BUMN pangan.

"Peternak mikro merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional. Pemerintah hadir dengan membangun ekosistem peternak dari hulu sampai hilir, melibatkan BUMN pangan. Melalui sinergi Kementan, Bapanas, BULOG, dan ID FOOD, kita ingin peternak semakin kuat, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat," kata Amran.

BULOG: Peternak Tidak Berjalan Sendiri

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan dukungan bagi peternak mikro adalah bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ketersediaan komoditas di pasar saja tidak cukup; keberlangsungan pelaku usaha di tingkat produksi juga harus dijaga.

"BULOG memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program SPHP Jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Rizal menambahkan, penyaluran jagung SPHP yang dibarengi sinergi pembelian telur diharapkan menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan masyarakat.

Dialog dengan Peternak dan Rencana Ke Depan

Forum di Blitar juga dipakai untuk mendengar langsung keluhan peternak dari sejumlah wilayah, baik hadir langsung maupun lewat sambungan daring. Masukan itu menjadi bahan evaluasi agar program pemerintah lebih tepat sasaran.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ida Bagus Purwalaksana, Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa, Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani beserta jajaran direksi, Dirut ID FOOD Ghimoyo, dan Bupati Blitar Rijanto. Ke depan, BULOG bersama Bapanas, Kementan, ID FOOD, dan koperasi peternak akan memperkuat koordinasi agar distribusi jagung SPHP berjalan transparan dan tepat sasaran.

Bagi peternak mikro di Blitar dan wilayah lain, nilai program ini terletak pada kepastian dua sisi sekaligus: harga pakan yang lebih rendah dan pembeli yang siap menyerap telur. Jika distribusi jagung SPHP konsisten, tekanan biaya produksi yang selama ini mempersempit margin usaha bisa diredam, dan rantai pasok telur nasional terjaga.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rentak.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks