Pencarian

Kanwil KemenHAM Jambi Siapkan Kampung REDAM di Batang Hari, Targetkan Desa Percontohan hingga Pemetaan Konflik Sosial

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:44:31 WIB
Kanwil KemenHAM Jambi Siapkan Kampung REDAM di Batang Hari, Targetkan Desa Percontohan hingga Pemetaan Konflik Sosial
Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Jambi, Efra Wahyuni, memimpin koordinasi bersama Kesbangpol Batang Hari untuk menyiapkan Kampung REDAM.

BATANG HARI — Kanwil KemenHAM Provinsi Jambi bergerak cepat mewujudkan Kampung REDAM di Kabupaten Batang Hari. Setelah melalui serangkaian audiensi, kini fokus diarahkan pada identifikasi desa yang layak menjadi percontohan serta penyusunan rencana aksi di lapangan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Jambi, Efra Wahyuni, memimpin langsung koordinasi tersebut bersama jajaran Kesbangpol Batang Hari. Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyasar strategi agar program ini berjalan efektif hingga tingkat desa dan kelurahan.

Fokus Utama: Sinkronisasi Kebijakan dan Pemetaan Konflik

Dalam pertemuan itu, kedua instansi menyepakati sejumlah langkah krusial. Sinkronisasi kebijakan menjadi fondasi awal, disusul penyusunan rencana pelaksanaan program yang terukur.

  • Identifikasi desa yang memiliki potensi menjadi lokasi percontohan Kampung REDAM.
  • Pemetaan potensi konflik sosial yang perlu diantisipasi sejak dini di wilayah Batang Hari.
  • Penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan elemen masyarakat.

Langkah ini dinilai penting agar Kampung REDAM tidak berhenti sebagai program seremonial belaka. Targetnya, program ini mampu menghadirkan solusi nyata dalam penyelesaian konflik secara damai di tengah masyarakat.

Apa yang Membuat Kampung REDAM Berbeda dari Program Lain?

Kampung REDAM dirancang sebagai ruang dialog dan rekonsiliasi yang memperkuat kerukunan sosial. Program ini juga menjadi instrumen untuk mencegah konflik berkepanjangan, sekaligus meningkatkan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia di akar rumput.

Keberadaan program ini menjadi penting bagi warga Batang Hari karena menyentuh langsung dinamika sosial di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya pemetaan konflik, pemerintah daerah bisa bertindak lebih cepat sebelum masalah meluas.

Komitmen Kanwil KemenHAM Jambi

Efra Wahyuni menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar Kampung REDAM benar-benar menjadi fondasi masyarakat yang harmonis.

“Melalui koordinasi ini, Kanwil KemenHAM Jambi berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder guna mewujudkan Kampung REDAM sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Mekanisme Tindak Lanjut yang Disepakati

Audiensi tersebut juga menghasilkan kesepahaman mengenai mekanisme tindak lanjut dan pola koordinasi antarinstansi. Hal ini untuk memastikan setiap tahapan pembentukan Kampung REDAM berjalan terarah dan berkelanjutan.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Kampung REDAM diharapkan menjadi model pembangunan sosial berbasis perdamaian. Masyarakat Batang Hari pun diharapkan merasakan dampaknya melalui kehidupan yang lebih rukun, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks