MUARA BULIAN — Sebuah rumah layak huni kembali diresmikan melalui Program Bedah Rumah yang digagas Kanwil Ditjenpas Jambi. Peresmian kali ini menandai program keenam yang berhasil diwujudkan, bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Batanghari dan Lapas Kelas IIB Muara Bulian.
Penerima manfaat program ini adalah Misro, seorang penggembala kambing yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak. Pembangunan rumahnya rampung hanya dalam 12 hari, sebuah kerja cepat yang melibatkan langsung 10 warga binaan Lapas Muara Bulian yang memiliki keterampilan pertukangan.
Seluruh proses pengerjaan berlangsung di bawah pengawasan ketat petugas lapas. Aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas, sekaligus menjadikan proyek ini sebagai media pembinaan bagi para narapidana.
Media Pembinaan Keterampilan Warga Binaan
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Ilham Santoso, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan sosial. Lebih dari itu, bedah rumah menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka selama menjalani masa pidana.
“Program ini bukan sekadar membangun rumah yang layak huni, tetapi juga membangun harapan. Warga binaan diberi kesempatan untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti program pembinaan,” ungkap Ilham Santoso.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial ini mengajarkan nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Program Akselerasi
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi solid antara Lapas Muara Bulian, BAZNAS Kabupaten Batanghari, dan Pemerintah Kabupaten Batanghari. Kepala Lapas menekankan bahwa semangat gotong royong inilah yang ingin terus dibangun melalui berbagai program Pemasyarakatan Berdampak.
“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan manfaat yang nyata. Ketika pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat bersatu, maka berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama-sama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menyebut program ini sebagai implementasi konkret arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program Akselerasi tersebut mengarahkan seluruh jajaran untuk menghadirkan pemasyarakatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Bukti Pembinaan Lahirkan Pribadi Produktif
Irwan menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam proyek pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas berhasil membentuk pribadi yang produktif dan bertanggung jawab. Hal ini merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial.
“Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya membangun sebuah rumah yang layak huni, tetapi juga membangun harapan baru sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah mereka peroleh,” ujar Irwan.
Paradigma pemasyarakatan saat ini, menurutnya, tidak lagi hanya berorientasi pada pembinaan di balik tembok lapas. Hasil pembinaan harus mampu memberikan nilai tambah yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Irwan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Batanghari, Pemkab Batanghari, serta jajaran Lapas Muara Bulian. Sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang dan menginspirasi lahirnya program sosial lain yang berdampak nyata.