JAMBI — Pertahanan udara Yordania dilaporkan berhasil mencegat 10 rudal Iran pada Sabtu (18/7) dini hari, demikian dikutip Reuters dari media pemerintah setempat. Sementara itu, Kuwait juga mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk mencegat rudal yang melintas. Situasi serupa terjadi di Bahrain dan Arab Saudi, di mana pihak berwenang mengeluarkan peringatan bagi warga untuk segera berlindung di tempat aman.
Pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang diunggah di akun X menyebutkan, serangan ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan untuk menekan kemampuan militer Iran. Meski demikian, CENTCOM tidak merinci jumlah pasti target yang diserang dalam tujuh malam terakhir.
Kapal Induk dan Drone Dikerahkan, Blokade Laut Diperketat
Untuk melancarkan operasi ini, Pentagon mengerahkan berbagai aset tempur berat. Mulai dari pesawat tempur, pesawat nirawak (drone), hingga kapal perang yang beroperasi di sekitar Teluk Persia. Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) disebut-sebut menjadi salah satu poros utama serangan.
Tidak hanya serangan udara, CENTCOM juga menegaskan pihaknya tengah "menegakkan sepenuhnya" blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan ini diberlakukan kembali awal pekan ini dan bertujuan untuk memutus jalur pasokan logistik serta senjata ke Iran dari jalur laut.
Infrastruktur Vital Iran Jadi Sasaran
Dalam pernyataan yang sama, CENTCOM merinci target serangan yang mencakup lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim Iran. Serangan ini dinilai sebagai upaya untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan balasan atau mendukung kelompok proksinya di kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai jumlah kerusakan atau korban jiwa akibat serangan tujuh malam tersebut. Situasi di kawasan Teluk diperkirakan akan terus memanas seiring dengan semakin ketatnya blokade laut yang diberlakukan AS.
Konflik yang terus bereskalasi ini berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Timur Tengah, termasuk jalur pelayaran dan pasokan energi global.