JAMBI — Chip Motors memperkenalkan Chip sebagai "life utility vehicle" (LUV), sebuah kendaraan listrik terbuka berbentuk kotak yang dirancang untuk perjalanan pendek harian seperti antar jemput sekolah, belanja, atau ke pantai. Namun secara regulasi federal AS, Chip masuk dalam kategori LSV — sama seperti GEM atau Wink — yang aturannya membatasi kecepatan maksimal 25 mph dan area operasi di jalan dengan batas kecepatan hingga 35 mph.
Dua Konfigurasi, Harga Mulai Rp 240 Juta
Chip tersedia dalam versi 4-kursi dan 6-kursi. Harga estimasi MSRP untuk varian 4-kursi adalah USD 15.000 (sekitar Rp 240 juta), sedangkan varian 6-kursi dibanderol USD 18.000 (sekitar Rp 288 juta). Konsumen bisa memesan dengan deposit refundable sebesar USD 250.
Soal pengisian daya, Chip mengklaim mampu menempuh lebih dari 100 mil (160 km) dalam sekali cas. Baterai LFP 15 kWh bisa diisi penuh semalaman menggunakan stopkontak rumah 110V, atau "beberapa jam" dengan 240V. Port NACS juga disediakan untuk charging publik Level 2. Namun Chip Motors mengingatkan waktu pengisian masih bersifat ilustratif dan bisa berubah.
Fitur Unik: 'Chip Go' Bukan Otonom, Tapi Remote Driving
Fitur andalan Chip adalah "Chip Go", yang digambarkan sebagai layanan parkir otomatis hingga menjemput pengemudi saat kabin kosong. Beberapa media menyebutnya sebagai teknologi otonom, tapi FAQ resmi Chip Motors menjelaskan lain: "Chip Go adalah layanan tanpa pengemudi... Pengemudi manusia ahli masuk dari jarak jauh, sehingga Chip bisa parkir, menjalankan tugas, atau menjemput Anda."
Dengan kata lain, Chip Go adalah teleoperation — manusia mengemudikan kendaraan dari jarak jauh — bukan self-driving. Sistem ini hanya aktif saat kendaraan kosong. Ke depannya, Chip Motors mengaku ingin beralih ke otonomi penuh.
Spek Lain: Atap Buka, Interior Bisa Disemprot, Opsi AC hingga TV di Frunk
Chip hadir tanpa atap secara standar, dengan panel eksterior komposit plastik dan interior yang bisa disiram selang. Tersedia opsi AC, atap keras atau lunak, roof rack, lift kit, navigasi dengan Android Auto dan Apple CarPlay, serta "frunk" yang bisa dipasangi TV dan speaker. Forbes melaporkan Chip menggunakan in-wheel motor dan roll bar dengan ground clearance lebih tinggi.
Bandingkan dengan Kompetitor: Bukan Mobil Murah, Tapi Golf Cart Premium
Penting dipahami bahwa Chip bukanlah pesaing Chevrolet Bolt atau Nissan Leaf. Dengan kecepatan maksimal 40 km/jam, perbandingan yang lebih tepat adalah golf cart legal jalan raya. Wink Motors menjual NEV mulai di bawah USD 9.000, dan GEM sudah menjual konsep serupa sejak 1990-an. Chip adalah pemain premium di segmen LSV, bukan mobil listrik murah untuk semua orang.
Fitur "Chip Go" memang unik di segmen ini, tapi butuh pengalaman langsung untuk menilai seberapa berguna teknologi remote driving tersebut dalam keseharian.