Pencarian

Monetisasi Gas Sengeti Senilai Rp 1,6 Triliun Mulai Dialirkan, Pertamina EP Buka Jalan bagi 5 Lapangan Terdampar di Jambi

Kamis, 16 Juli 2026 • 22:48:31 WIB
Monetisasi Gas Sengeti Senilai Rp 1,6 Triliun Mulai Dialirkan, Pertamina EP Buka Jalan bagi 5 Lapangan Terdampar di Jambi
Gas lapangan Sengeti di Jambi mulai dialirkan dengan nilai kontrak penjualan mencapai Rp 1,6 triliun dalam tujuh tahun.

Lapangan Sengeti menjadi titik balik pengelolaan migas di Jambi. General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi, menyebut komersialisasi ini memiliki arti strategis karena menghasilkan nilai ekonomi dari lapangan yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Volume kontrak penjualan sekitar 13,4 BSCF akan dialirkan selama tujuh tahun, dengan nilai bruto diperkirakan Rp 1,6 triliun yang akan masuk melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak, dan ketentuan fiskal.

"Pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, proses pemilihan dan penetapan pembeli, hingga proses pengajuan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga Gas kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas, diharapkan menjadi pembelajaran penting," ujar Mefredi.

Efek Dompet untuk Daerah: Investasi Baru dan Peluang UMKM

Dari sisi daerah, proyek Sengeti diharapkan memicu efek domino. Pemerintah daerah telah dilibatkan dalam koordinasi perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah. Tahap konstruksi dan operasional diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal serta membuka peluang usaha bagi UMKM di sekitar wilayah operasi.

Rahmat Keslani, Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan, menambahkan bahwa semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar peluang hadirnya industri berbasis gas dan pembangunan infrastruktur energi. "Hal ini dapat meningkatkan daya saing daerah," katanya.

Proyek Percontohan untuk 5 Lapangan Terdampar Lainnya

Monetisasi Sengeti bukan akhir, melainkan awal dari strategi jangka panjang Pertamina EP. Saat ini perusahaan tengah mempercepat komersialisasi beberapa lapangan lain. Sungai Gelam sedang menunggu Penetapan Alokasi dan Harga serta izin prinsip tie in. Puspa dan Puspa Asri sudah diajukan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga kepada Menteri ESDM. Sementara Simpang Tuan masih dalam tahap pematangan aspek teknis dan keekonomian. Ada pula potensi dari lapangan Meruap yang masih dalam kajian.

Mefredi menegaskan, "Monetisasi Lapangan Sengeti tidak hanya menjadi keberhasilan penjualan gas pertama setelah hampir satu dekade di Field Jambi, tetapi juga menjadi fondasi bagi percepatan pengembangan stranded gas lainnya guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia."

Gas Sengeti untuk Industri dan Pembangkit Listrik Nasional

Dalam mendukung program swasembada energi nasional, gas dari lapangan Sengeti dimanfaatkan PGN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk di wilayah Batam, serta sektor strategis lainnya. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi secara lebih luas.

Bagikan
Sumber: jernih.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks