JAMBI — Pelaksana tugas (Plt) RSUD Raden Mattaher, Iwan Hendrawan, mengungkapkan kebutuhan mendesak yang disampaikan langsung kepada Wapres saat kunjungan di Kota Jambi, Kamis. Pihaknya berharap Kementerian Kesehatan segera menugaskan dokter spesialis yang masih belum tersedia di rumah sakit tersebut.
"Ada dokter (spesialis) yang belum ada, kita minta dibantu melalui penugasan Kemenkes. Kedua, rekam medis elektronik kita masih yang lama (2014) kita usulkan dipercepat untuk layanan KJSU," kata Iwan.
IGD Terintegrasi untuk Kurangi Waktu Tunggu Pasien
Manajemen RSUD Raden Mattaher saat ini tengah mematangkan layanan unggulan KJSU-KIA. Untuk merealisasikannya, dorongan pemerintah pusat dinilai krusial agar program tersebut bisa segera berjalan. Secara prinsip, Wakil Presiden berkomitmen membantu kebutuhan rumah sakit, salah satunya pengembangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Rencananya, pelayanan persalinan, operasi, ruang ICU, PICU, ICU anak, hingga kamar operasi terpadu akan berada dalam satu kawasan IGD. Dengan integrasi ini, pasien yang dirujuk dari daerah tidak perlu mengantre lama dan bisa langsung mendapat penanganan tuntas sebelum dipindahkan ke bangsal perawatan dalam kondisi stabil.
"Hampir semua keluhan pasien itu di IGD, ini yang akan menjadi fokus, itu masuk usulan bagaimana IGD kita terintegrasi. Jadi pasien tidak menunggu lama di situ," ujar Iwan.
Target Naik Status Jadi Rumah Sakit Paripurna
Jika keluhan masyarakat di tingkat IGD sudah menurun, RSUD Raden Mattaher berencana meningkatkan statusnya dari rumah sakit utama menuju rumah sakit paripurna. Perubahan status ini diharapkan membuat layanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
"Kalau kita sudah bisa melakukan kepada masyarakat secara paripurna, kita akan mengusulkan peningkatan status dari utama menjadi paripurna," kata Iwan.
Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kesiapan tenaga medis dan alat kesehatan yang memadai. Kunjungan Wapres Gibran menjadi sinyal kuat bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap layanan kesehatan di daerah, khususnya di Jambi, mulai digenjot.