SUNGAI PENUH — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi kembali mengucurkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tahunannya. Kali ini, sasarannya adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pandai besi yang tergabung dalam Koperasi DLN di Kota Sungai Penuh.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa peralatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek legalitas usaha. Satu set alat Blender Potong Las lengkap dan satu unit Orion Drilling and Milling Machine 7025 ZX diserahkan langsung kepada pengurus koperasi di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung.
Mesin Baru untuk Efisiensi Produksi Pandai Besi
Dua unit mesin ini diproyeksikan mampu memangkas waktu produksi dan meningkatkan mutu hasil kerja para perajin. Sebelumnya, para pengrajin mengandalkan peralatan manual yang memakan waktu lebih lama dan hasilnya kurang presisi.
Selain mesin, PTPN IV Regional IV juga menyerahkan sertifikat badan hukum resmi yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM. Proses pengurusan legalitas ini didampingi penuh oleh tim TJSL perusahaan, mulai dari edukasi hingga administrasi perizinan.
Legalitas Usaha Jadi Kunci Ekspansi UMKM
Sekretaris PTPN IV Regional IV, Muhammad Ridwan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BUMN perkebunan terhadap ekosistem bisnis kerakyatan. Menurutnya, badan hukum yang jelas membuka ruang ekspansi yang lebih luas bagi UMKM.
"Dengan adanya badan hukum yang jelas, ruang gerak UMKM untuk berekspansi akan semakin luas," ujar Ridwan dalam keterangannya.
Ia menambahkan, program TJSL perusahaan berjalan terstruktur setiap tahun dan menyasar sektor esensial, mulai dari pengembangan UMKM, infrastruktur, pendidikan, hingga keagamaan.
Pengurus Koperasi Apresiasi Transparansi Program
Ketua Koperasi DLN, Hengki Fernando, menyambut baik bantuan komprehensif tersebut. Ia menilai kepastian hukum sama pentingnya dengan ketersediaan alat produksi bagi kelangsungan usaha anggotanya.
"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas kepedulian PTPN IV Regional IV. Bantuan ini sangat berdampak langsung pada usaha kami," ungkap Hengki.
Hengki juga menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan berjalan transparan dan profesional. Tidak ada unsur hubungan keluarga atau kepentingan pribadi di dalamnya. "Kami dinilai murni dari kelayakan usaha," tutupnya.