Pencarian

Pos Damkar di Enam Kecamatan di Kerinci Ditarik, Warga Khawatir Penanganan Kebakaran Makin Lambat

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:34:31 WIB
Pos Damkar di Enam Kecamatan di Kerinci Ditarik, Warga Khawatir Penanganan Kebakaran Makin Lambat
Enam pos pemadam kebakaran di Kerinci ditarik, meninggalkan beberapa kecamatan tanpa layanan damkar.

KERINCI — Enam pos pemadam kebakaran di Kabupaten Kerinci tidak lagi beroperasi setelah armada dan personelnya dipindahkan ke lokasi lain. Kebijakan ini membuat sejumlah kecamatan kini tanpa layanan damkar yang siaga.

Enam Pos Damkar yang Tak Lagi Beroperasi

Pos yang terdampak penarikan meliputi Pos Lubuk Paku di Kecamatan Batang Merangin, Pos Pondok di Kecamatan Bukit Kerman, dan Pos Tanjung Tanah di Kecamatan Tanah Cogok. Selain itu, Pos Hiang di Kecamatan Sitinjau Laut, Pos Aroma Peko di Kecamatan Kayu Aro Barat, dan Pos Pelompek di Kecamatan Gunung Tujuh juga ikut ditarik.

Saat ini, layanan damkar aktif hanya berada di Semurup (satu unit armada), Siulak (dua unit), Kayu Aro (satu unit), dan Sungai Abu (satu unit). Kecamatan Tanah Cogok, Sitinjau Laut, Bukit Kerman, hingga Batang Merangin tidak memiliki armada siaga.

Alasan Penarikan: Armada Rusak Berat dan Efisiensi Anggaran

Kepala Bidang Damkar Kabupaten Kerinci, Siswadi, menjelaskan bahwa penarikan dilakukan karena kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan berat. "Armada Damkar Hiang mengalami kerusakan berat. Untuk perbaikan membutuhkan anggaran besar, sementara saat ini kita masih dalam kondisi efisiensi anggaran," ujarnya kepada Jambi Ekspres.

Menurut Siswadi, Pos Damkar Hiang sebenarnya masih memiliki personel ASN dan PPPK. Tenaga PPPK paruh waktu telah disebar ke pos lain untuk pemerataan pelayanan. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan tambahan anggaran melalui pembahasan APBD Perubahan bersama DPRD untuk memperbaiki armada yang rusak.

Warga: "Ini Sangat Berbahaya"

Warga menilai pemindahan armada justru memperparah minimnya pelayanan di lapangan. "Kalau terjadi kebakaran, siapa yang cepat sampai? Jaraknya jauh sekarang. Ini sangat berbahaya," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat mendesak Pemkab Kerinci segera mengaktifkan kembali pos-pos damkar yang ditarik. Mereka menganggap keberadaan pos pemadam kebakaran sebagai garda terdepan dalam situasi darurat, dan penarikan armada bukan solusi yang tepat.

Pos Damkar Hiang Dipindah ke Dapil VII, Bukit Kerman ke Lempur

Dua pos yang dipindahkan adalah Pos Damkar Hiang ke wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VII dan Pos Damkar Bukit Kerman ke Lempur. Dengan kondisi ini, jarak tempuh armada ke lokasi kebakaran di kecamatan yang ditinggalkan menjadi lebih jauh.

Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran meningkat. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar layanan pemadam kebakaran tersedia merata di seluruh wilayah Kerinci. (Hdp)

Bagikan
Sumber: jambiupdate.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks