Pencarian

Bukan Sekadar Bantuan, Pertamina Buktikan Difabel Bisa Mandiri Lewat Kedai Kopi hingga Kaki Palsu Daur Ulang

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:02:31 WIB
Bukan Sekadar Bantuan, Pertamina Buktikan Difabel Bisa Mandiri Lewat Kedai Kopi hingga Kaki Palsu Daur Ulang
Kedai Kopi Teman Istimewa di Indramayu dikelola penyandang tuli dengan omzet Rp300 juta pada 2025.

JAMBI — Kedai Kopi Teman Istimewa di Kabupaten Indramayu bukanlah tempat nongkrong biasa. Sejak berdiri pada 2023, kedai ini dikelola langsung oleh penyandang tuli dan telah menjadi motor ekonomi bagi 155 orang di wilayah tersebut. Sepanjang 2025, omzet yang dibukukan mencapai Rp300 juta—angka yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berdaya secara finansial.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif PERINTIS (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan. "Kedai ini bukan cuma tempat jual kopi, tapi simbol bahwa teman-teman tuli punya kesempatan yang sama untuk berkembang," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Kaki Palsu dari Limbah Plastik, Solusi Murah untuk 114 Penerima Manfaat

Tak hanya bergerak di sektor kuliner, Pertamina juga mendorong inovasi alat bantu melalui Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi) yang digagas oleh PT Polytama Propindo sejak 2023. Program ini memproduksi kaki palsu Polystep yang bahan bakunya berasal dari limbah polipropilena daur ulang. Hasilnya, harga alat bantu menjadi jauh lebih terjangkau sekaligus mendukung ekonomi sirkular.

Suprayitno, Ketua Kelompok Difabel Indramayu, mengaku program ini mengubah hidup anggotanya. "Dulu alat bantu sangat mahal dan sulit didapat. Sekarang kami bisa membuat sendiri, belajar, bahkan menjual hasil produksi. Ini bentuk pengakuan bahwa kami setara," ujarnya. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 114 penerima manfaat dan menghasilkan pendapatan hampir Rp190 juta sepanjang 2025.

170 Difabel Terserap ke Industri Garmen Berkat Pelatihan Jahit

Di Kabupaten Boyolali, pendekatan pemberdayaan difabel dilakukan lewat jalur ketenagakerjaan. Fuel Terminal Boyolali menjalankan Program Difabelpreneur Kresna Patra yang fokus pada pelatihan menjahit dan penyaluran kerja. Hasilnya, sebanyak 170 penyandang disabilitas telah terserap ke berbagai industri garmen lokal di Boyolali.

Program ini juga melahirkan inovasi mesin jahit ramah disabilitas bernama Jr-Difa, yang dibuat dari scrap besi perusahaan dan telah mengantongi hak paten. Tak berhenti di situ, limbah minyak jelantah dan botol plastik yang dikumpulkan peserta digunakan untuk membiayai pendidikan di Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Inklusi Dwija Praja Amarta.

"Kami tidak hanya mendistribusikan energi, tetapi juga membuka peluang dan menumbuhkan kemandirian. Keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat," tegas Roberth.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks