SAROLANGUN — Ibu Gubernur Jambi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi menekankan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat saat membuka sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun ini merupakan rangkaian pembinaan tahunan PKK untuk menyelaraskan program dari pusat hingga desa.
Dalam sambutannya, Ibu Gubernur mengajak seluruh umat Muslim di Sarolangun untuk kembali mendalami makna dan keutamaan bersholawat. “Kami mengajak seluruh umat Muslim untuk kembali mendalami dan mempelajari kepada para ulama, ustadz, dan guru agama yang ada di seluruh kecamatan dan desa se-Sarolangun, mengenai makna dan keutamaan bersholawat,” ujarnya.
Manfaat Sholawat yang Tidak Perlu Biaya
Menurut Ibu Gubernur, sholawat bukan sekadar lantunan doa, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Ia menyebut berbagai keutamaan bagi yang gemar bersholawat, mulai dari dipermudah urusan, dilancarkan rezeki, hingga diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
“Kelebihan sholawat adalah mudah diamalkan, tidak memerlukan biaya, dan tetap diterima Allah meskipun dalam kondisi apa pun. Ia menjadi jembatan bagi siapa saja, bahkan yang masih merasa jauh dari agama, untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” jelasnya.
Gerakan Dimulai dari Anak Usia Dini
Langkah awal gerakan ini akan menyasar lembaga PAUD di seluruh Sarolangun. Pihaknya telah menyebarkan materi dan panduan agar kebiasaan bersholawat dapat diajarkan sejak usia muda. “Kita memiliki jaringan yang luas sampai ke lingkungan terkecil. Tugas kita adalah menggerakkan dan menyampaikan kabar gembira ini kepada seluruh warga. Kita mulai dari hal yang paling mudah, murah, namun penuh berkah,” ajaknya.
Ibu Gubernur menegaskan, keberhasilan gerakan ini bergantung pada peran seluruh jajaran PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga RT/RW. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat persaudaraan, serta melahirkan masyarakat yang lebih tenang, sabar, dan berakhlak mulia.
Sosialisasi ini sekaligus menjadi ajang pembinaan administrasi dan penyesuaian program PKK yang kerap berubah setiap tahun. Dengan adanya perubahan struktur kepengurusan di tingkat bawah, materi yang disampaikan diharapkan bisa menjangkau hingga ke lapisan paling bawah.