MUARO JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris menyoroti rendahnya partisipasi pejabat dalam kegiatan Safari Subuh yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Jambi. Dalam acara di Pondok Pesantren Kumpeh Daaru Attauhid, Jumat (19/6/2026), ia mengungkapkan tingkat kehadiran pejabat masih jauh dari harapan.
“Sampai hari ini, kehadiran pejabat kami paling banyak sekitar 30 persen. Kalau bersama Pak Wagub, kadang lebih sedikit lagi,” ujar Al Haris di hadapan jamaah.
Gerakan Mengaji dan Salat Subuh Berjemaah
Al Haris menegaskan bahwa Safari Subuh bukanlah kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, program ini adalah ruang untuk memperkuat silaturahmi, mengajak umat Islam lebih dekat dengan masjid, serta meningkatkan keimanan.
Ia mengingatkan bahwa tantangan untuk bangun dan hadir salat Subuh berjemaah memang tidak mudah. Rasa malas kerap menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Padahal kita yang rugi. Umur makin bertambah, ajal makin dekat, maka amal juga harus semakin baik,” katanya.
Hadirkan Anggota DPR RI dan Tokoh Masyarakat
Safari Subuh kali ini turut dihadiri anggota DPR RI Hasan Basri Agus (HBA), Ketua MUI Provinsi Jambi Umar Yusuf, sejumlah pejabat Pemprov Jambi, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta keluarga besar Ponpes Kumpeh Daaru Attauhid.
Al Haris berharap kegiatan keagamaan seperti pengajian kitab dan pembinaan keislaman terus diperkuat di lingkungan pesantren. Ia menilai ilmu agama menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan dan memperbaiki diri.
Ajakan untuk Saling Mengingatkan dalam Kebaikan
Gubernur juga mengajak para pejabat, tokoh masyarakat, dan jamaah yang hadir untuk terus saling mengingatkan dalam kebaikan. Ia berharap Safari Subuh dapat menjadi gerakan bersama, bukan hanya di lingkungan pemerintah, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Selagi masih diberi sehat dan kesempatan, mari kita saling mengajak dalam kebaikan. Umur kita semakin bertambah, maka perbuatan kita juga harus semakin baik dan semakin dekat kepada Allah,” tutup Al Haris.
Kegiatan Safari Subuh di Ponpes Kumpeh Daaru Attauhid berlangsung khidmat. Selain salat Subuh berjemaah, acara ini juga menjadi momentum silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Jambi, ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar pondok pesantren.