Pencarian

Harga Sawit di Jambi Anjlok Rp515 per Kg, Petani Batanghari Hanya Terima Rp2.200, Jauh dari Harga Pabrik Rp3.303

Kamis, 28 Mei 2026 • 13:20:11 WIB
Harga Sawit di Jambi Anjlok Rp515 per Kg, Petani Batanghari Hanya Terima Rp2.200, Jauh dari Harga Pabrik Rp3.303
Harga kelapa sawit di tingkat petani Batanghari turun drastis menjadi Rp2.200 per kilogram.

JAMBI — Anjloknya harga kelapa sawit di Jambi dalam sepekan terakhir membuat petani menjerit. Di Kabupaten Batanghari, salah satu sentra sawit di provinsi ini, harga di tingkat petani hari ini hanya Rp2.200 per kilogram, jauh dari harga yang diterima pabrik kelapa sawit (PKS) yang masih bertahan di angka Rp2.500 hingga Rp2.700 per kilogram.

Kondisi ini kontras dengan beberapa pekan sebelumnya, saat harga di tingkat petani sempat menyentuh Rp3.200 hingga Rp3.300 per kilogram. Kini, penurunan drastis itu kembali menguji daya tahan petani swadaya yang menggantungkan hidup dari komoditas utama Jambi ini.

Harga di Pabrik vs Petani: Selisih Melebar

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batanghari, Lembang Harahap, mengonfirmasi kondisi pahit ini. "Untuk hari ini sendiri harga di pabrik sekitar Rp2.500 sampai Rp2.700 per kilogram, sedangkan di tingkat petani sekitar Rp2.200 per kilogram," katanya.

Selisih harga yang mencapai ratusan rupiah per kilogram ini bukan tanpa sebab. Biaya transportasi, potongan kualitas, dan rantai tengkulak menjadi faktor yang kerap membuat petani kecil tidak menikmati harga acuan provinsi.

Berapa Harga TBS Berdasarkan Usia Sawit?

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi merilis harga acuan TBS untuk periode 29 Mei-4 Juni 2026. Harga tertinggi berlaku untuk pohon kelapa sawit usia 10-20 tahun. Sementara untuk usia muda, harga jualnya lebih rendah:

  • Umur 3 tahun: Rp2.556,09 per kilogram
  • Umur 4 tahun: Rp2.751,90 per kilogram

Harga CPO dan Kernel Ikut Terkoreksi

Penurunan harga TBS ini sejalan dengan koreksi harga crude palm oil (CPO) dan kernel. Berdasarkan rilis dinas, harga CPO saat ini berada di level Rp12.601,89 per kilogram, sementara harga kernel mencapai Rp13.478,00 per kilogram dengan indeks K sebesar 95,22 persen.

Fluktuasi harga global dan permintaan pasar ekspor masih menjadi variabel utama yang memengaruhi harga sawit di tingkat petani. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kebijakan intervensi harga dari pemerintah daerah untuk menahan laju penurunan di tingkat petani.

Apa Penyebab Harga Sawit di Petani Jambi Merosot?

Penurunan harga ini dipicu oleh melemahnya harga CPO global dan penyesuaian harga acuan pembelian TBS oleh pabrik. Faktor musim panen raya juga turut menekan harga karena pasokan melimpah sementara kapasitas serap pabrik terbatas.

Kapan Harga Sawit di Jambi Bisa Kembali Naik?

Belum ada kepastian kapan harga akan pulih. Petani dan pengamat perkebunan biasanya berharap pada peningkatan permintaan ekspor dan stabilitas harga CPO internasional. Namun, dalam jangka pendek, petani diimbau untuk memperkuat posisi tawar melalui koperasi atau kelompok tani.

Bagikan
Sumber: jambi.tribunnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks