JAMBI — Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kerinci, Jambi, meninggal dunia saat menjalani puncak ibadah di Arafah, Arab Saudi. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan dokumen resmi Certificate of Death atau surat kematian yang dikeluarkan Tim Medis Kedutaan Besar Republik Indonesia, penyebab utama kematian adalah gangguan jantung akut. Dokumen tersebut menggunakan standar medis internasional ICD-10.
Penyebab langsung kematian jemaah bernama Khairusni itu adalah Acute Myocardial Infarction atau infark miokard akut, yang dikenal luas sebagai serangan jantung. Sementara itu, penyebab antara atau antecedent cause adalah Ischemic Heart Disease atau penyakit jantung iskemik.
Riwayat Hipertensi dan Dua Kali Keluhan Kesehatan
Sebelum memasuki puncak haji, almarhum masuk dalam kategori jemaah Risiko Tinggi (Risti) ringan. Faktor penyerta kematian adalah riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi yang diderita almarhum.
Untuk mengontrol kesehatannya, Khairusni secara mandiri rutin mengonsumsi obat hipertensi jenis Amlodipin dengan dosis 1 x 5 mg. Catatan medis di Arab Saudi menunjukkan almarhum sempat dua kali melakukan kontak pelayanan kesehatan dengan tenaga kesehatan kloter.
Kontak pertama terjadi pada Sabtu (16/5/2026) dengan keluhan dispepsia atau gangguan pencernaan. Kontak kedua terjadi pada Jumat (22/5/2026) akibat keluhan low back pain atau nyeri punggung bawah.
Ibadah Haji Akan Dibadalkan Petugas Resmi
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan ibadah haji almarhum Khairusni akan dibadalkan oleh petugas yang ditunjuk secara resmi. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Informasi ini disampaikan oleh Tribun Jambi melalui laporan jurnalis Syrillus Krisdianto. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses pemulasaraan jenazah almarhum di Arab Saudi.