MERANGIN — Pemerintah Kabupaten Merangin resmi menerima satu ekor sapi kurban bantuan masyarakat (Banmas) dari Presiden Prabowo Subianto. Sapi jenis Simental dengan bobot 826 kilogram itu akan disembelih dan dibagikan kepada warga di sekitar Masjid Jami’ Nurul Falah, Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang.
Prosesi serah terima dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dari Ruang MPC Bappeda Kabupaten Merangin. Bantuan ini menjadi perhatian karena sapi tersebut tidak didatangkan dari luar, melainkan dibeli dari peternak lokal bernama Irwanto, warga Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan.
Kenapa Sapi Kurban Dibeli dari Peternak Lokal?
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Daryanto, menyebut pembelian dari peternak setempat merupakan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi warga. “Sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar masjid sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Daryanto saat seremoni penyerahan.
Menurut Daryanto, pemilihan peternak lokal juga menjadi sinyal positif bagi pengembangan peternakan di Merangin. “Semoga dengan adanya kegiatan Banmas ini akan memacu para peternak lokal untuk terus mengembangkan peternakannya,” pungkasnya.
Berapa Bobot Sapi Kurban Presiden untuk Merangin?
Sapi kurban yang diberikan merupakan jenis Simental dengan bobot pakan mencapai 826 kilogram. Angka ini tergolong besar untuk ukuran sapi kurban di daerah, sehingga diperkirakan daging yang dihasilkan bisa menjangkau lebih banyak kepala keluarga di Desa Empang Benao.
Pemerintah daerah berharap program Banmas dari Presiden ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas pemberian sapi ini,” tambah Daryanto.
Apa Manfaat Sapi Kurban Ini bagi Warga Desa Empang Benao?
Daging kurban akan disalurkan melalui pengurus Masjid Jami’ Nurul Falah. Warga yang tinggal di sekitar masjid menjadi prioritas penerima, sehingga distribusi diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak memakan biaya transportasi besar.
Bagi peternak lokal, program ini membuka peluang pemasaran langsung ke pemerintah. Irwanto, pemilik sapi, mendapat kepercayaan memasok hewan kurban untuk kebutuhan Banmas Presiden—sebuah prestasi yang bisa mendorong peternak lain di Merangin untuk meningkatkan kualitas ternaknya.