JAMBI — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa asal Jambi di kancah nasional. Dua tim dari Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang FIMNAS Scientia 2026.
Perlombaan yang digelar di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Minggu (24/5/2026) itu mempertemukan lima tim finalis dari tiga perguruan tinggi ternama di Indonesia. Dua tim dari Universitas Diponegoro (UNDIP), dua tim dari UIN Jambi, dan satu tim tuan rumah dari UNNES bersaing ketat di babak final Mathematics Paper Competition.
Karya Inovatif: Dari Budaya Jambi hingga Kecerdasan Buatan
Tim pertama UIN Jambi yang meraih Juara 3 mengusung judul “Pengembangan Storybook Matematika dengan Konteks Budaya Jambi pada Materi Transformasi Geometri.” Tim yang beranggotakan Sarini, Adwan Aryadi, dan Ahmad Fajar Al Bikri ini menggabungkan unsur kearifan lokal Jambi ke dalam buku cerita matematika.
Inovasi tersebut dinilai berhasil membuat materi transformasi geometri lebih kontekstual dan mudah dipahami. “Kami ingin membuktikan bahwa matematika bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan budaya Jambi,” ujar Sarini, salah satu anggota tim, dalam keterangan yang diterima redaksi.
Best Innovation: Integrasi BLOKSCAD untuk Tingkatkan Kemampuan HOTS
Sementara itu, tim kedua yang beranggotakan Riska Sri Wahyuni, Ani Nuraini, dan Siti Urbaiya berhasil menyabet penghargaan spesial sebagai Pemenang Best Innovation. Mereka mempresentasikan karya berjudul “Integrasi BLOKSCAD dalam LKPD Digital Bangun Ruang: Solusi Inovatif dalam Meningkatkan Kemampuan HOTS di Era Digital.”
Dewan juri menilai penggunaan platform Blockscad yang terintegrasi dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital sebagai terobosan cerdas. Karya ini dinilai mampu melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Bimbingan Intensif dari Dosen Pembimbing
Kedua tim tersebut dibimbing oleh dosen yang sama, Muslimahayati, M.Pd. Ia mendampingi para mahasiswa mulai dari penyusunan abstrak, persiapan presentasi, hingga pelaksanaan final di UNNES.
“Alhamdulillah, perjuangan panjang dari tahap pengiriman abstrak hingga akhirnya bisa tampil di final nasional pada 24 Mei lalu membuahkan hasil yang membanggakan. Apalagi kita bersaing dengan finalis dari UNDIP dan UNNES yang juga luar biasa,” ujar Muslimahayati, M.Pd.
Ia menambahkan bahwa prestasi ini membuktikan mahasiswa Prodi Tadris Matematika UIN Jambi tidak hanya unggul dalam pedagogi, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di tingkat nasional.
Pesan untuk Mahasiswa Lain: Jangan Berhenti Berkarya
Dari persaingan ketat dengan finalis dari UNDIP dan UNNES, dua tim UIN Jambi tidak sekadar membawa pulang piala. Mereka juga membawa pesan penting bahwa kampus di daerah mampu melahirkan karya-karya yang kompetitif, relevan, dan visioner.
“Kami tidak menyangka bisa lolos seleksi abstrak dan dipanggil ke final di UNNES bersama tim-tim hebat dari UNDIP dan UNNES. Namun berkat persiapan maksimal, doa, dan bimbingan dari pembimbing, akhirnya kami bisa membawa pulang Juara 3,” tutur Sarini dengan haru.
Capaian ini diharapkan menjadi titik tolak bagi lahirnya lebih banyak penelitian dan inovasi serupa dari mahasiswa Jambi, serta menginspirasi ribuan mahasiswa lain di seluruh Indonesia untuk terus berkarya.