Pencarian

Komunitas Wartawan Tebo Ajak Siswa SMA Negeri 2 Doa Bersama Sultan Thaha, Hidupkan Literasi Sejarah Kesultanan Jambi

Sabtu, 23 Mei 2026 • 19:52:01 WIB
Komunitas Wartawan Tebo Ajak Siswa SMA Negeri 2 Doa Bersama Sultan Thaha, Hidupkan Literasi Sejarah Kesultanan Jambi
Komunitas Wartawan Tebo dan SMA Negeri 2 Tebo menggelar doa bersama mengenang Sultan Thaha Syaifuddin.

TEBO — Komunitas Wartawan Tebo (KAWAT) bersama SMA Negeri 2 Kabupaten Tebo akan menggelar kegiatan doa bersama dan edukasi sejarah Kesultanan Jambi pada Selasa, 2 Juni 2026. Acara yang berlangsung di aula sekolah di Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang ini mengusung semangat mengenang kembali perjuangan Sultan Thaha Syaifuddin.

Menghidupkan Kembali Semangat Sultan Thaha di Ruang Kelas

Ketua KAWAT, Husni, menegaskan bahwa Sultan Thaha Syaifuddin bukan sekadar nama jalan atau gedung di Jambi. “Beliau adalah simbol perlawanan dan harga diri masyarakat Jambi,” ujarnya. Menurut Husni, membawa semangat kepahlawanan Sultan Thaha ke ruang kelas adalah langkah strategis agar siswa tidak kehilangan jati diri sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada doa bersama. Para siswa akan diajak berdiskusi interaktif mengenai nilai-nilai keberanian, kejujuran, dan kecintaan tanah air yang dicontohkan sang Sultan. Diskusi ini diharapkan mampu menjembatani nilai-nilai historis dengan implementasi nyata di kehidupan sekolah sehari-hari.

Sinergi Pers dan Pendidikan untuk Karakter Bangsa

Kepala SMA Negeri 2 Tebo, Mulyadi, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Ia mengapresiasi keterlibatan insan pers yang tidak hanya fokus pada penyebaran informasi, tetapi juga peduli pada pendidikan karakter siswa. “Melalui kegiatan ini, siswa jadi lebih antusias dalam menggali sejarah lokal. Ini adalah sinergi yang luar biasa antara dunia jurnalistik dan dunia pendidikan,” ungkap Mulyadi.

Acara tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, aktivis, awak media, jajaran dewan guru, serta ratusan siswa-siswi dan santri dari pondok pesantren setempat. Kehadiran lintas elemen ini diharapkan memperkuat pesan bahwa literasi sejarah adalah tanggung jawab bersama.

Membangun Benteng Pengetahuan Lokal untuk Generasi Muda

Melalui sejarah, KAWAT ingin membentengi generasi muda dengan pengetahuan lokal yang kuat. Husni menambahkan bahwa mengenal sejarah daerah adalah modal utama untuk membangun karakter bangsa. “Kami merasa perlu membawa semangat kepahlawanan beliau kembali ke masyarakat dan ruang kelas, agar generasi muda Jambi tidak lupa akan jati dirinya,” tegasnya.

Sinergi antara Komunitas Wartawan Tebo dan SMA Negeri 2 Tebo diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan ini. Ke depan, berbagai program kreatif lain direncanakan untuk terus memberikan dampak positif bagi perkembangan wawasan siswa di Kabupaten Tebo. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dan komunitas pers bisa bergandengan tangan menghidupkan nilai-nilai lokal di tengah era digital.

Bagikan
Sumber: lingkaranistana.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks