MUARO JAMBI — Sumur minyak Puspa Asri-020 (PPS-020) di Desa Talang Duku, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, mencatatkan produksi awal 800 BOPD pada uji produksi 20–21 Agustus 2025, lalu meroket menjadi 1.243 BOPD. Minyak dari sumur yang dibor menggunakan rig NYT-19 berkapasitas 700 HP itu dialirkan ke Gathering Station (GS) Puspa Asri, kemudian dikirim dengan moda trucking menuju fasilitas Pertamina di Sungai Gelam.
Pengeboran sumur PPS-020 rampung dalam 21 hari, dua hari lebih cepat dari target 23 hari. Field Manager PHR Zona 1 Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, menyebut efisiensi waktu ini berdampak langsung pada penghematan biaya tanpa mengorbankan hasil optimal. “Kegiatan pengeboran selesai dalam 21 hari dari target 23 hari, sehingga kami bisa melakukan efisiensi biaya dengan hasil yang optimal,” ujarnya.
Apresiasi SKK Migas: Dukung Swasembada Energi Nasional
Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, yang kini menjabat Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, langsung meninjau lokasi pengeboran bersama tim. Ia mengapresiasi kinerja tim PHR Zona 1 yang dinilai luar biasa. “Hasil ini sangat menggembirakan karena akan mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada energi dan ketahanan energi nasional,” kata Bambang.
Pencapaian sumur PPS-020 menjadi bagian dari catatan produksi enam wilayah kerja PHR Zona 1, yakni PEP Jambi, PEP Lirik, PHE Jambi Merang, PHE North Sumatra Offshore (NSO), PEP Pangkalan Susu, dan PEP Rantau. Secara keseluruhan, Zona 1 mencatat produksi minyak 19.709 BOPD dan gas 222,34 MMSCFD.
Empat Pilar Operasi: People, Plant, Process, Performance
General Manager PHR Zona 1, Mefredi, menegaskan bahwa konsistensi produksi tidak hanya soal angka. Pihaknya menerapkan pendekatan empat pilar (4P): penguatan integritas personel (people), keandalan fasilitas produksi (plant), proses operasi yang aman dan berkelanjutan (process), serta pengukuran kinerja terintegrasi (performance). “Kami berupaya memungkinkan setiap lapangan dengan karakter dan tantangan berbeda tetap bergerak dalam satu tujuan dalam meningkatkan keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan produksi,” imbuhnya.
Sepanjang 2025, PHR Zona 1 telah menjalankan 13 kegiatan pengeboran, 6 workover (WO), 177 well intervention (WI), dan 415 well service (WS). Seluruh aktivitas berjalan nihil kecelakaan kerja berkat standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. “HSSE bukan bagian terpisah, tetapi sudah menjadi satu kesatuan dalam setiap kegiatan operasi. Keselamatan, keandalan, dan perlindungan lingkungan harus berjalan bersamaan,” tegas Mefredi.
Potensi Sumatera Bagian Selatan untuk Target Energi Nasional
Keberhasilan sumur PPS-020 memperkuat optimisme bahwa sektor hulu migas nasional masih memiliki potensi besar di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Tambahan produksi dari lapangan Puspa Asri diharapkan terus mendukung target swasembada energi dan ketahanan energi nasional. PHR Zona 1 berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi melalui pengembangan lapangan secara terukur, keandalan fasilitas, serta sinergi dengan pemangku kepentingan.