Pencarian

Krisis Tenaga Medis, Pemkot Sungai Penuh Usulkan 31 Formasi CPNS 2026, DPRD Soroti Minimnya Dokter Spesialis

Senin, 27 April 2026 • 16:26:24 WIB
Krisis Tenaga Medis, Pemkot Sungai Penuh Usulkan 31 Formasi CPNS 2026, DPRD Soroti Minimnya Dokter Spesialis
Anggota DPRD Kota Sungai penuh

SUNGAIPENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh mengusulkan sebanyak 31 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 dengan fokus utama pada tenaga kesehatan. Usulan tersebut diajukan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kepada pemerintah pusat sebagai langkah strategis mengatasi kekurangan tenaga medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dari waktu ke waktu. Pemerintah daerah menilai penambahan tenaga kesehatan menjadi hal mendesak guna menjaga kualitas pelayanan tetap optimal, terutama di puskesmas dan rumah sakit daerah.

Kepala BKPSDM Sungai Penuh, Affan, mengungkapkan bahwa saat ini distribusi tenaga medis masih belum merata. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pelayanan di sejumlah wilayah.

“Pemenuhan tenaga kesehatan menjadi prioritas. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang layak dan merata,” ujarnya.

Adapun formasi yang diusulkan mencakup tenaga perawat, bidan, tenaga laboratorium, serta tenaga kesehatan masyarakat. Selain menjawab kebutuhan layanan, langkah ini juga diharapkan membuka peluang bagi putra-putri daerah berlatar belakang kesehatan untuk mengabdi di kampung halamannya.

Namun demikian, usulan tersebut mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Sungai Penuh, Adharianto, menilai pemerintah daerah belum sepenuhnya menyasar kebutuhan paling krusial, yakni kekurangan dokter spesialis.

Menurutnya, kondisi di RSUD Mayjen H.A. Thalib saat ini sudah mengkhawatirkan. Keterbatasan dokter spesialis di sejumlah bidang bahkan hanya menyisakan satu tenaga dokter, sehingga berisiko mengganggu pelayanan apabila dokter tersebut berhalangan.

“Kalau hanya satu dokter spesialis, tentu ini rawan. Ketika tidak ada, pelayanan bisa terganggu. Ini harus jadi prioritas utama,” tegasnya.

Situasi ini menggambarkan tantangan serius sektor kesehatan di Sungai Penuh. Di satu sisi, pemerintah daerah berupaya menambah tenaga medis secara umum, namun di sisi lain kebutuhan dokter spesialis dinilai jauh lebih mendesak dan membutuhkan perhatian khusus.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci agar formasi yang diajukan tidak hanya terpenuhi secara kuantitas, tetapi juga tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan. Dengan begitu, kualitas pelayanan kesehatan di Sungai Penuh dapat meningkat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks